Viral! Polisi di Lubuk Linggau Turun Tangan Dorong Becak Berat, Warga Langsung Terharu Lihat Aksinya!
LUBUK LINGGAU – Sebuah momen sederhana namun begitu menyentuh terjadi di Kota Lubuk Linggau pada Senin 24 November 2025. Di tengah hiruk pikuk arus kendaraan yang melaju padat sejak pagi, seorang personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Lubuk Linggau mendadak menjadi sorotan setelah aksinya membantu seorang pengayuh becak terekam kamera warga. Momen itu kemudian menyebar luas dan mengundang decak kagum dari masyarakat.
Kejadian tersebut bermula ketika seorang tukang becak berusia lanjut tampak berjuang keras mengayuh becaknya yang sarat muatan. Barang-barang yang dibawa menumpuk tinggi dan tampak sangat berat, membuat becak hampir tidak mampu bergerak. Kondisi ruas jalan yang sedikit menanjak membuat beban itu semakin sulit ditopang oleh sang bapak tukang becak.
Di saat banyak pengguna jalan hanya lewat tanpa sempat memperhatikan, seorang anggota Polantas yang sedang melakukan pengaturan lalu lintas justru menghentikan tugasnya sejenak. Dengan sigap, ia menghampiri sang tukang becak dari belakang dan langsung membantu mendorong kendaraannya. Langkah spontan itu sontak menjadi perhatian para pengendara lain yang melintas.
Dalam foto dan video yang beredar, terlihat jelas bagaimana sang polisi mendorong becak tersebut dengan sekuat tenaga agar sang pengayuh becak dapat kembali melaju dengan aman. Meski arus kendaraan cukup ramai, anggota kepolisian itu tetap memastikan situasi tetap kondusif sembari memberikan bantuan.
Aksi ini menjadi gambaran bahwa tugas polisi di lapangan tak selalu soal menindak pelanggaran atau mengurai kemacetan. Ada sisi lain yang kerap tidak terlihat — sisi empati dan kepekaan sosial ketika mereka melihat masyarakat dalam kondisi membutuhkan bantuan.
Narasi yang disertakan dalam unggahan yang beredar menjelaskan bahwa anggota Sat Lantas memang mengemban tugas lebih dari sekadar menjaga ketertiban lalu lintas. Mereka juga dituntut menjadi sosok yang hadir memberikan rasa aman, nyaman, dan pertolongan kapan pun masyarakat membutuhkannya. Momen ini pun menjadi contoh nyata bagaimana nilai kemanusiaan tetap dijunjung tinggi oleh para penegak hukum.
Bagi warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, tindakan sang polisi memberi kesan mendalam. Banyak yang menilai aksi itu mencerminkan watak humanis Polri yang semakin dekat dengan masyarakat. Bukannya hanya hadir saat terjadi pelanggaran, anggota kepolisian justru menunjukkan perannya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam situasi sederhana sekalipun.
Tidak sedikit pula warganet yang memberikan komentar positif setelah momen tersebut viral. Mereka mengapresiasi sikap peduli polisi tersebut, menilai bahwa tindakan kecil seperti itu berdampak besar bagi masyarakat kecil yang kerap berjuang keras menjalani profesi yang tidak mudah. Kehadiran polisi yang membantu dengan tulus dianggap sebagai bentuk nyata perhatian aparat terhadap rakyat kecil.
Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan spontan seperti ini memang sejalan dengan tugas utama Polri. Anggota yang bertugas di jalan raya tidak hanya memastikan ketertiban berlalu lintas (Kamtibcar Lantas), tetapi juga harus mampu merespons situasi kemanusiaan secara cepat dan tepat. Kepedulian terhadap sesama menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari identitas Polri sebagai pelayan publik.
Aksi tersebut juga diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus menciptakan suasana saling membantu, terutama di tengah kondisi perkotaan yang sering kali penuh kesibukan dan hiruk pikuk. Ketika aparat dan masyarakat dapat saling mendukung, terciptalah lingkungan yang aman dan nyaman untuk semua.
Momen seperti ini mengingatkan kita bahwa kebaikan tidak harus besar untuk terlihat berarti. Tindakan sederhana, seperti membantu mendorong becak berat, dapat menjadi penyemangat bagi seseorang yang sedang berjuang menjalankan pekerjaannya. Dan ketika aksi seperti itu dilakukan oleh seorang aparat kepolisian, dampaknya bisa lebih luas karena memberikan contoh positif bagi masyarakat.
Kini, aksi polisi baik hati itu menjadi simbol kecil dari wajah humanis Polri, sekaligus bukti nyata bahwa hubungan antara aparat dan masyarakat dapat semakin erat melalui tindakan-tindakan sederhana yang tulus. Lubuk Linggau kembali menunjukkan bahwa kebaikan bisa hadir kapan saja, dari siapa saja, dan untuk siapa saja.


