Dari BBM hingga Listrik: Prioritas Darurat Prabowo untuk Pulihkan Wilayah Banjir Sumatra
Banjir besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat bukan hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga memutus akses vital bagi ribuan warga.
Table Of Content
Dalam tinjauannya ke Tapanuli Tengah, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah kini memusatkan perhatian pada pemenuhan kebutuhan darurat yang paling krusial: listrik dan BBM.
Bagaimana pemerintah melihat bencana ini sebagai momentum memperkuat kesiapsiagaan lingkungan dan daerah?
BBM Menjadi Perhatian Utama di Lapangan
Prabowo menyoroti bahwa distribusi BBM menjadi tantangan utama karena beberapa desa masih terisolasi. Menurutnya, ketersediaan BBM sangat menentukan kelangsungan berbagai fungsi dasar masyarakat, mulai dari transportasi hingga operasional alat berat.
“Terutama BBM yang sangat penting. ada berapa desa yang terisolasi insyaAllah kita bisa tembus,” jelas Prabowo.
Pemerintah pun mengerahkan segala sumber daya untuk membuka akses menuju wilayah yang sulit dijangkau.
Pemulihan Listrik Ditargetkan Segera
Selain BBM, pemulihan jaringan listrik menjadi prioritas berikutnya. Tanpa listrik, proses evakuasi, komunikasi, hingga kegiatan bantuan terhambat. Prabowo menyebut bahwa kondisi cuaca yang mulai membaik memberi peluang percepatan perbaikan infrastruktur.
“Sekarang prioritas bagaimana bisa segera kirim bantuan-bantuan. Listrik sebentar lagi saya kira bisa dibuka semuanya,” ujar Presiden.
Tidak Ada Instruksi Khusus Tambahan untuk BNPB dan Basarnas
Meski skala bencana besar, Prabowo tidak mengeluarkan instruksi tambahan bagi lembaga penanggulangan bencana.
Ia menilai bahwa standar operasional yang dimiliki BNPB dan Basarnas sudah cukup mumpuni untuk menangani situasi saat ini.
“Mereka sudah punya SOP, punya protap,” katanya.
Keputusan ini menunjukkan kepercayaan terhadap kapasitas lembaga teknis untuk mengelola bencana dengan cepat dan terukur.
Prabowo optimistis karena prakiraan cuaca menunjukkan fase terburuk telah terlewati.
“Kita bersyukur cuaca membaik, ramalannya juga yang terburuk sudah lewat,” terangnya.
Dengan kondisi yang lebih stabil, proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan infrastruktur diprediksi dapat berjalan lebih lancar.
Bencana ini dianggap sebagai pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk lebih waspada terhadap dampak perubahan iklim.
“Pemerintahan harus benar-benar berfungsi menjaga lingkungan, menghadapi kondisi yang perubahan iklim yang berpengaruh,” pungkas Prabowo.


