Relawan Terapis dari Sumsel Antar Bantuan Langsung ke Korban Bencana di Solok
Upaya membantu warga yang terdampak bencana di Kabupaten Solok terus berdatangan dari berbagai daerah. Kali ini, dukungan datang dari komunitas terapis dan lembaga kesehatan tradisional yang berkolaborasi menyalurkan bantuan langsung ke lokasi bencana.
Bantuan tersebut diinisiasi oleh Akademi Ath Thibbul Badil Indonesia (ITHBI), Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI) Pengda Sumsel, Rumah Sehat Anbiya Palembang, serta Yayasan Amal Kepedulian Kemanusiaan. Melalui kerja sama ini, paket-paket berisi kebutuhan pokok berhasil dihimpun dan dibawa langsung ke posko pengungsian.
Relawan membawa beras, gula, minyak kayu putih, pembalut, hingga perlengkapan dasar lainnya yang sangat dibutuhkan warga. Barang-barang tersebut dikumpulkan dari para terapis dan simpatisan, lalu disusun menjadi paket siap distribusi agar mudah dibagikan setibanya di lokasi.
Beni, salah satu relawan yang berangkat dari Palembang, mengatakan bahwa kehadirannya merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat Solok. Ia menempuh perjalanan bersama satu orang rekannya karena relawan lain tinggal jauh dari wilayah Sumatera Barat.
“Kami berangkat membawa apa yang bisa kami himpun. Setiap paket disiapkan agar warga bisa langsung memanfaatkannya,” ungkap Beni saat ditemui di posko penyaluran.
Selain bantuan logistik, para relawan juga menawarkan layanan terapi bekam dan pengobatan holistik tradisional bagi penyintas yang membutuhkan. Langkah ini diberikan sebagai dukungan tambahan untuk membantu mereka yang mengalami kelelahan fisik maupun tekanan mental akibat bencana.
Pihak posko utama menyampaikan terima kasih atas kontribusi tersebut. Peffi, perwakilan dari bidang logistik, menuturkan bahwa bantuan yang diberikan sangat membantu kebutuhan harian warga. Ia menilai kehadiran para terapis juga memberi ketenangan emosional bagi penyintas yang sedang berusaha memulihkan diri.
Peffi menegaskan bahwa setiap bantuan, besar maupun kecil, memberi dampak nyata bagi masyarakat yang tengah berjuang bangkit kembali. Dukungan berbagai komunitas ini juga menunjukkan kuatnya semangat saling menolong di tengah situasi krisis.


