Ledakan di Kantor Terra Drone Tewaskan 22 Orang, Sorotan Mengarah ke Aktivitas Pemetaan Sawit di Sumatera
Kebakaran besar yang melahap gedung Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 09 Desember 2025, bukan hanya merenggut 22 korban jiwa tetapi juga menyeret perusahaan ini kembali ke sorotan publik.
Awalnya, tragedi ini diduga dipicu ledakan baterai drone, memicu suara dentuman keras dan api yang langsung membesar.
Namun yang jadi perhatian adalah fakta bahwa Terra Drone selama ini aktif dalam pemetaan dan pengelolaan perkebunan sawit di Sumatera
Seperti yang diketahui, sektor itu yang selama bertahun-tahun dikritik karena isu deforestasi, konflik lahan, dan lemahnya pengawasan.
Penyebab Kebakaran: Dugaan Ledakan Baterai Drone
Terra Drone dikenal sebagai penyedia layanan pemetaan udara, inspeksi infrastruktur, dan analisis data berbasis drone dengan cabang di berbagai negara.
Dengan reputasi sebesar itu, publik mempertanyakan bagaimana baterai drone—komponen paling sensitif dan paling diawasi dalam industri ini—bisa meledak hingga menewaskan begitu banyak orang.
Sebuah kutipan dari petugas lapangan menunjukkan betapa parahnya situasi: “Dari total jenazah yang ditemukan, 15 perempuan dan 7 laki-laki,” kata sopir ambulans, berdasarkan data sementara dari petugas pemadam.
Insiden ini memperlihatkan bahwa bahkan perusahaan teknologi tinggi pun tidak kebal dari kelalaian standar keselamatan yang mestinya ketat.
Terra Drone dan Jejak “Proyek Besar” di Indonesia
Terra Drone Indonesia selama bertahun-tahun menjalankan program Terra Agri, divisi yang memfokuskan teknologi drone untuk pemetaan dan manajemen perkebunan kelapa sawit di Sumatera.
Layanan ini dipromosikan sebagai bagian dari “pertanian presisi”, mulai dari pemetaan lahan, perhitungan populasi tanaman, hingga analisis kesehatan tanaman sawit.
Mereka juga pernah bekerja sama dengan International Finance Corporation (IFC), bagian dari World Bank Group, dalam studi pemantauan petani sawit swadaya di Riau.
Namun proyek-proyek ini sering menempatkan Terra Drone dalam pusaran isu besar industri sawit:
- konflik kepemilikan lahan,
- tuduhan deforestasi,
- dan minimnya transparansi rantai pasok.


