Viral Video Warga Hadang Mobil Presiden Prabowo di Lokasi Bencana, Keluhkan Kinerja Aparatur Daerah
Sebuah video yang beredar luas di media sosial kembali memantik perbincangan publik soal relasi antara pemimpin dan rakyat.
Unggahan akun Instagram @langkatodaycom memperlihatkan momen seorang warga menghadang iring-iringan mobil Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan ke daerah bencana, tepatnya Langkat.
Video tersebut menuai beragam reaksi, mulai dari empati hingga kritik tajam terhadap sikap kepala negara.
Kronologi Kejadian
Dalam video berdurasi singkat tersebut, pria yang mengenakan pakaian sederhana terlihat berusaha menghentikan laju mobil presiden.
Ia menyampaikan keluhan terkait kinerja aparatur pemerintah di daerahnya. Namun, Presiden Prabowo tidak turun dari kendaraan.
Komunikasi hanya terjadi dari dalam mobil melalui atap terbuka (sunroof), sebagaimana yang kerap dilakukan saat kampanye.
Pria tersebut terdengar menyampaikan keluhan dan kekecewaannya secara langsung.
Salah satu kalimat yang paling disorot warganet adalah pengakuannya, “Saya kemarin milih bapak,” yang ia sampaikan sambil berharap mendapat respons lebih jauh.
Dalam video tersebut, pria paruh baya itu sampai meminta tolong berkali-kali karena kinerja aparatur daerah tidak becus.
Meski sempat terjadi percakapan singkat, mobil presiden tetap melaju dan Prabowo tidak menghentikan kendaraan atau turun menemui warga tersebut.
Hingga akhir video, tidak terlihat adanya tindak lanjut di lokasi. Presiden melanjutkan perjalanan bersama rombongan pengamanan, sementara pria itu dan warga yang coba bercengkrama hanya melihat pak Presiden dan mobilnya yang berlalu.
Peristiwa ini kemudian memantik reaksi beragam dari warganet, mulai dari kritik terhadap sikap presiden, hingga komentar yang menilai situasi tersebut sebagai bagian dari protokol keamanan negara.
Dalam konteks kunjungan ke lokasi terdampak bencana, momen tersebut justru menjadi sorotan publik.
Sejumlah warganet menilai situasi itu seharusnya dimanfaatkan untuk mendengar langsung keluhan warga, mengingat kondisi darurat yang sedang dihadapi masyarakat setempat.
Interaksi yang terbatas dari dalam kendaraan dinilai kontras dengan harapan publik terhadap kehadiran negara di tengah krisis.
Di sisi lain, sebagian pengguna media sosial mengaitkan peristiwa tersebut dengan pola kunjungan pejabat yang lebih bersifat seremonial.
Alih-alih dialog langsung dengan warga terdampak, komunikasi yang terjadi dinilai menyerupai penyapaan singkat tanpa ruang untuk menyampaikan persoalan secara utuh.


