Identitas Korban Bentrokan Ormas di PS Mall Palembang Terungkap, Polisi Dalami Dugaan Letusan Senjata Api
Jadigini.com, PALEMBANG – Aparat kepolisian mengungkap identitas korban dalam insiden bentrokan antar organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang terjadi di depan PS Mall Palembang, Selasa siang, 6 Januari 2026. Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB tersebut terjadi di Jalan Angkatan 45, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, dan sempat mengundang perhatian masyarakat karena berlangsung di kawasan pusat aktivitas kota.
Table Of Content
Keributan melibatkan dua kelompok massa yang diduga berasal dari Ormas berbeda. Lokasi kejadian yang berada di depan pusat perbelanjaan membuat situasi cepat menjadi ricuh dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga serta pengguna jalan.
Bentrokan Pecah di Tengah Aktivitas Warga
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara, bentrokan bermula dari perdebatan antara dua kelompok. Adu argumen tersebut kemudian berkembang menjadi aksi saling serang yang melibatkan senjata tajam.
Situasi di lokasi kejadian disebut berlangsung singkat namun cukup menegangkan. Warga dan pengunjung PS Mall Palembang terlihat berusaha menjauh untuk menghindari bentrokan yang terjadi di tepi jalan utama.
Saksi Sebut Terdengar Suara Letusan
Selain aksi saling serang, beberapa saksi mata juga mengaku mendengar dua kali suara letusan saat keributan berlangsung. Suara tersebut diduga berasal dari senjata api, meskipun hingga kini aparat kepolisian belum memastikan kebenaran informasi tersebut.
Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan keterangan di lapangan guna memastikan sumber suara yang dimaksud.
Sengketa Lahan Parkir Diduga Jadi Pemicu
Dari hasil pengumpulan informasi awal, bentrokan tersebut diduga dipicu oleh persoalan pengelolaan lahan parkir di sekitar PS Mall Palembang. Lahan parkir tersebut disebut-sebut dikelola oleh salah satu Ormas, sehingga menimbulkan konflik dengan kelompok Ormas lainnya.
Perselisihan terkait pengelolaan parkir itu diduga telah berlangsung sebelumnya dan memuncak pada hari kejadian hingga berujung bentrokan fisik.
Korban Mengalami Luka Berat Akibat Senjata Tajam
Dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan menjadi korban dan mengalami luka berat. Korban diketahui bernama M Billy Putra Pratama, berusia 30 tahun, bekerja sebagai karyawan swasta. Korban tercatat sebagai warga Jalan R.E. Martadinata Lorong Amal Nomor 3503, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang.
Akibat bentrokan tersebut, korban mengalami luka bacok pada tangan kanan. Jari tengah tangan kanan korban dilaporkan putus, sementara jari telunjuk nyaris terputus akibat sabetan senjata tajam.
Selain itu, korban juga mengalami luka bacok di bagian lengan kiri dan kepala. Tidak hanya luka bacok, korban juga menderita dua luka tusuk di bagian paha kiri yang menyebabkan kondisi korban cukup serius.
Korban Dirawat Intensif di RS AK Gani
Setelah kejadian, korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit AK Gani Palembang untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif dan berada dalam pengawasan tim medis akibat luka-luka yang dideritanya.
Pihak rumah sakit belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kondisi terkini korban, namun perawatan dilakukan secara intensif mengingat tingkat keparahan luka.
Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan pengamanan untuk mencegah bentrokan susulan. Aparat juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan sejumlah barang bukti.
Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain dua bilah senjata tajam jenis parang dengan gagang kayu serta satu pelindung tangan yang terbuat dari besi. Barang-barang tersebut diduga digunakan dalam bentrokan dan merupakan milik salah satu Ormas yang terlibat.
Penyelidikan Masih Berlanjut
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pasti bentrokan, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta mendalami dugaan adanya penggunaan senjata api.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Polisi menegaskan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Palembang.


