Coming of Age Day di Jepang: Ritual Jadi Dewasa, Tradisi atau Sekadar Pesta?
JadiGini.com – Di tengah hiruk pikuk modernitas, beberapa tradisi tetap bertahan, menjadi jangkar identitas dan pengingat akan akar budaya. Salah satunya adalah Coming of Age Day atau Seijin no Hi di Jepang. Tapi, lebih dari sekadar hari libur, perayaan ini menyimpan makna mendalam tentang transisi, harapan, dan, yang tak kalah penting, pertanyaan tentang apa artinya menjadi dewasa di zaman sekarang.
Table Of Content
Seijin no Hi: Lebih dari Sekadar Kimono dan Ucapan Selamat
Setiap tahunnya, pada hari Senin kedua di bulan Januari, Jepang merayakan Coming of Age Day. Ini adalah hari di mana para pemuda dan pemudi yang telah mencapai usia 20 tahun (usia legal di Jepang) secara resmi diakui sebagai orang dewasa. Mereka menghadiri upacara di balai kota atau kuil, berpakaian formal (kimono untuk wanita, setelan jas untuk pria), dan mendengarkan pidato dari para pejabat. Foto-foto perayaan ini selalu menghiasi media, menampilkan lautan kimono warna-warni dan wajah-wajah penuh harapan.
Namun, jangan salah sangka. Coming of Age Day bukan sekadar pesta atau ajang pamer busana. Ini adalah ritual penting yang menandai sebuah peralihan. Dulu, perayaan ini memiliki makna yang sangat sakral, terkait dengan tanggung jawab baru dan peran yang lebih besar dalam masyarakat. Para peserta diajarkan tentang nilai-nilai moral, etika kerja, dan pentingnya berkontribusi pada komunitas.
Modernitas vs. Tradisi: Makna Dewasa yang Berubah
Di era modern, makna Coming of Age Day sedikit bergeser. Globalisasi dan perubahan sosial telah mengubah cara pandang generasi muda terhadap kedewasaan. Tekanan untuk sukses secara finansial, persaingan di pasar kerja, dan ketidakpastian masa depan membuat banyak anak muda Jepang merasa ragu dan cemas tentang masa depan mereka.



Apakah perayaan ini masih relevan? Pertanyaan ini seringkali muncul dalam diskusi tentang Coming of Age Day. Beberapa kritikus berpendapat bahwa perayaan ini hanya menjadi beban finansial bagi keluarga dan tidak lagi memiliki makna yang mendalam bagi para peserta. Yang lain berpendapat bahwa perayaan ini tetap penting sebagai pengingat akan nilai-nilai tradisional dan sebagai momen untuk merenungkan tanggung jawab sebagai warga negara.
Lebih dari Sekadar Pesta: Mencari Makna di Balik Tradisi
Terlepas dari perdebatan yang ada, Coming of Age Day tetap menjadi bagian penting dari budaya Jepang. Ini adalah kesempatan bagi para pemuda dan pemudi untuk merayakan pencapaian mereka, menghormati tradisi, dan merenungkan masa depan. Lebih dari sekadar pesta, perayaan ini adalah pengingat bahwa menjadi dewasa adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan dan kesempatan.
Bagi banyak orang, Coming of Age Day bukan hanya tentang mengenakan kimono atau minum sake (yang sekarang legal bagi mereka). Ini tentang menemukan makna dalam tradisi, merayakan identitas budaya, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan dengan keberanian dan harapan. Ini adalah momen untuk bertanya pada diri sendiri: apa artinya menjadi dewasa bagi saya? Dan bagaimana saya bisa berkontribusi pada masyarakat?


