Hermes: Dewa Jaringan atau Salesman Ulung Olympus?
JadiGini.com – Di era serba digital ini, semua orang berlomba-lomba jadi influencer. Tapi tahukah kamu, jauh sebelum internet ada, di puncak Gunung Olympus sana, sudah ada sosok yang sangat cocok menyandang gelar tersebut? Dialah Hermes, sang dewa utusan!
Table Of Content
Bukan cuma sekadar kurir pengantar pesan, Hermes lebih dari itu. Bayangkan dirimu adalah seorang CEO dari perusahaan raksasa. Tentu kamu butuh seseorang yang bisa diandalkan untuk menjalankan operasional, menjaga komunikasi tetap lancar, dan yang paling penting: jago negosiasi. Nah, Hermes ini adalah sosok ideal untuk peran tersebut.
Lahir dari rahim Maia, seorang Titanid, dan Zeus, sang penguasa Olympus, Hermes mewarisi kecerdikan dan kelincahan yang luar biasa. Tapi, apa yang membuat Hermes benar-benar istimewa? Mari kita telusuri lebih dalam.
Bukan Bayi Biasa: Aksi Nekat Hermes Sejak Dini
Kisah Hermes diawali dengan kenakalan yang legendaris. Baru lahir saja, ia sudah berulah. Alih-alih berbaring manis di dalam selimut, Hermes justru menyelinap keluar dan mencuri ternak milik Apollo, kakaknya sendiri!
Aksinya ini bukan sekadar iseng belaka. Hermes menggunakan taktik cerdik untuk mengelabui Apollo. Ia memasangkan sepatu di kaki sapi-sapi curian itu, tapi dengan arah yang terbalik, sehingga jejaknya seolah menunjukkan mereka berjalan mundur. Benar-benar bikin pusing kepala!
Diplomasi Tingkat Dewa: Seni Negosiasi Hermes
Tentu saja, Apollo akhirnya berhasil menemukan Hermes dan sangat murka. Tapi di sinilah kelihaian Hermes dalam bernegosiasi terlihat. Ia menciptakan alat musik dari tempurung kura-kura yang kita kenal sebagai Lira. Suara merdu Lira berhasil meluluhkan hati Apollo yang sangat mencintai musik.
Bahkan, Apollo sampai rela memberikan ternaknya kepada Hermes sebagai imbalan atas Lira tersebut. Sebuah pertukaran yang menguntungkan bagi Hermes, bukan?
Hermes: Lebih dari Sekadar Kurir Dewata
Dari kisah ini, kita bisa melihat bahwa Hermes bukan hanya sekadar dewa utusan atau kurir. Ia adalah sosok yang cerdik, lincah, dan memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa. Ia adalah seorang negosiator ulung, seorang pemecah masalah yang kreatif, dan seorang “influencer” yang mampu memengaruhi dewa-dewi lain di Olympus.
Jadi, lain kali kamu mendengar nama Hermes, jangan hanya membayangkannya sebagai dewa bersayap yang membawa tongkat kaduceus. Ingatlah bahwa ia adalah sosok yang kompleks dan multifaset, seorang “salesman” ulung yang mampu menjual ide dan menyelesaikan masalah dengan cara yang unik dan efektif. Mungkin, jika Olympus punya divisi marketing, Hermes pasti jadi kepala divisinya!


