NASA Buka Kontrak Baru: Apakah SpaceX Masih Jadi Pemain Utama ke Bulan?
Hanya berselang dua minggu setelah Pejabat Sementara NASA sekaligus Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, menyatakan akan membuka kembali kontrak NASA SpaceX ke Bulan, perusahaan milik Elon Musk itu langsung menunjukkan kesiapannya.
Table Of Content
Dalam unggahan blog berjudul “To the Moon and Beyond”, SpaceX menegaskan mengapa mereka masih menjadi kandidat paling kuat untuk memimpin misi Artemis, program besar NASA untuk mengembalikan manusia ke permukaan Bulan.
SpaceX menyebut bahwa umat manusia kini berada di titik perubahan. “Untuk pertama kalinya, kita memiliki kemampuan dan tekad untuk membangun kehadiran permanen di luar Bumi,” tulis perusahaan itu.
Dari Pendaratan ke Pembangunan Kehidupan di Bulan
Program Artemis bukan sekadar mengulang pencapaian era Apollo. Misi kali ini dirancang untuk menciptakan dasar bagi kehidupan jangka panjang di Bulan. SpaceX menilai Starship, pesawat luar angkasa andalan mereka, memiliki kapasitas luar biasa untuk mendukung tujuan ambisius ini.
Perusahaan itu menegaskan bahwa mereka bergerak dengan kecepatan historis. Target besar pun ditetapkan: mulai dari peluncuran orbit penuh hingga uji coba pengisian bahan bakar antarkapal di luar angkasa pada tahun 2026. Semua langkah ini menjadi bagian dari strategi besar SpaceX dalam memperkuat posisi mereka di kontrak NASA SpaceX ke Bulan.
Starship Jadi Senjata Utama
SpaceX menanggung sekitar 90% biaya pengembangan Starship dan infrastruktur pendukungnya menunjukkan betapa seriusnya perusahaan ini terhadap proyek luar angkasa jangka panjang. NASA sendiri telah menunjuk Starship sebagai pendarat resmi untuk misi Artemis III sejak 2021, melalui proses kompetisi terbuka yang menilai proposal SpaceX sebagai yang terbaik dalam aspek teknis, manajemen, dan efisiensi biaya.
Selain itu, SpaceX juga dipercaya menangani pendarat untuk Artemis IV. Hingga kini, mereka mengklaim telah menuntaskan 49 tonggak kemajuan pengembangan sistem, infrastruktur, dan operasi pendukung misi. Sebagian besar target itu bahkan diselesaikan tepat waktu atau lebih cepat dari jadwal.
Misi Ambisius atau Kompetisi Terbuka?
Langkah NASA membuka kembali kontrak NASA SpaceX ke Bulan memunculkan dua pandangan berbeda. Di satu sisi, kebijakan ini bisa menciptakan persaingan sehat untuk mempercepat inovasi. Namun di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa perubahan kontrak justru memperlambat kemajuan yang sudah dicapai SpaceX.
Masyarakat kini menantikan hasilnya: apakah NASA akan tetap mempercayakan misi pendaratan kepada SpaceX, atau memberi kesempatan pada pesaing baru untuk ikut ambil bagian?
Menuju Babak Baru Eksplorasi Bulan
SpaceX mungkin bukan satu-satunya pemain dalam perlombaan antariksa modern, tetapi kiprahnya di kontrak NASA SpaceX ke Bulan menunjukkan keseriusan luar biasa. Dengan teknologi Starship yang terus berkembang dan target ambisius dalam program Artemis, langkah manusia untuk kembali ke Bulan tampak semakin nyata.
Namun pada akhirnya, keputusan NASA akan menentukan arah baru sejarah eksplorasi luar angkasa: apakah SpaceX tetap memimpin, atau era baru kompetisi benar-benar dimulai?



No Comment! Be the first one.