Thanksgiving: Lebih dari Sekadar Kalkun, Ada Drama Sejarah yang Mungkin Belum Kamu Tahu!
JadiGini.com – Setiap November, linimasa media sosial kita dibanjiri foto-foto keluarga bahagia yang berkumpul di meja makan penuh hidangan lezat, terutama kalkun panggang. Ya, itulah Thanksgiving, perayaan yang begitu identik dengan Amerika Serikat dan Kanada. Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya, apa sebenarnya makna di balik perayaan ini? Apakah Thanksgiving hanya sekadar pesta makan-makan, atau ada cerita yang lebih dalam, bahkan mungkin kontroversial, yang tersembunyi di baliknya?
Table Of Content
Ternyata, Thanksgiving bukan hanya soal kalkun dan saus cranberry. Ada sejarah panjang dan kompleks yang membentuk perayaan ini seperti yang kita kenal sekarang. Mari kita telusuri lebih dalam.
Awal Mula yang Penuh Kontroversi: Lebih dari Sekadar Makan Bersama
Sejarah Thanksgiving berawal pada tahun 1621, ketika para kolonis Inggris yang dikenal sebagai Pilgrim mengadakan pesta panen bersama suku asli Amerika, Wampanoag, di Plymouth, Massachusetts. Perayaan ini sering digambarkan sebagai momen persahabatan dan kerja sama antara dua budaya yang berbeda. Namun, gambaran ideal ini seringkali menutupi realitas yang lebih pahit.
Perlu diingat bahwa kedatangan para kolonis ke Amerika Utara membawa dampak yang sangat besar bagi penduduk asli. Perebutan tanah, penyebaran penyakit, dan konflik bersenjata menjadi bagian dari sejarah kelam antara kolonis dan suku-suku asli Amerika. Oleh karena itu, beberapa pihak berpendapat bahwa merayakan Thanksgiving sama saja dengan mengabaikan atau bahkan merayakan penderitaan yang dialami oleh suku-suku asli Amerika.
Dari Pesta Panen ke Hari Libur Nasional: Transformasi Thanksgiving
Meskipun awalnya merupakan perayaan lokal, Thanksgiving kemudian berkembang menjadi hari libur nasional di Amerika Serikat. Presiden Abraham Lincoln menetapkan Thanksgiving sebagai hari libur nasional pada tahun 1863, di tengah Perang Saudara Amerika. Tujuannya adalah untuk menyatukan bangsa yang terpecah belah.
Keputusan Lincoln ini ternyata cukup efektif untuk mengangkat moral masyarakat Amerika Serikat pada waktu itu. Penetapan ini juga memberikan legitimasi lebih lanjut pada Thanksgiving sebagai hari libur yang penting dan patut dirayakan.
Mengapa Kalkun? Misteri di Balik Ikon Thanksgiving
Kalkun adalah hidangan yang tak terpisahkan dari perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat. Tapi, mengapa kalkun yang dipilih? Ada beberapa alasan yang mungkin menjelaskan fenomena ini. Pertama, pada masa awal kolonisasi, kalkun mudah ditemukan dan ukurannya cukup besar untuk memberi makan banyak orang. Kedua, kalkun tidak memiliki fungsi lain seperti sapi atau ayam yang bisa menghasilkan susu atau telur. Dengan kata lain, kalkun “lebih baik” dimakan daripada dipelihara. Meskipun begitu, penting untuk diingat bahwa tidak ada aturan wajib yang mengharuskan kalkun menjadi hidangan utama saat Thanksgiving. Beberapa keluarga memilih ayam, bebek, daging sapi, atau bahkan hidangan vegetarian sebagai alternatif.
Thanksgiving di Kanada: Perayaan yang Berbeda Waktu dan Makna
Meskipun sering dikaitkan dengan Amerika Serikat, Thanksgiving juga dirayakan di Kanada. Namun, ada perbedaan signifikan antara perayaan Thanksgiving di kedua negara tersebut. Di Kanada, Thanksgiving dirayakan setiap Senin kedua bulan Oktober, jauh lebih awal dari perayaan di Amerika Serikat. Selain itu, sejarah Thanksgiving di Kanada juga sedikit berbeda. Perayaan Thanksgiving pertama di Kanada tercatat pada tahun 1578 sebagai ungkapan syukur atas perjalanan ekspedisi Martin Frobisher yang selamat.
Jadi, Thanksgiving bukan hanya sekadar perayaan makan malam keluarga. Ini adalah hari libur yang memiliki sejarah panjang dan kompleks, yang melibatkan persahabatan, konflik, dan transformasi budaya. Dengan memahami sejarah Thanksgiving, kita dapat merayakan perayaan ini dengan cara yang lebih bermakna dan bertanggung jawab.


