Infrastruktur Kelistrikan Sumatera Terguncang Banjir: ESDM Kerahkan Hercules Demi Pulihkan Akses Energi
Gelombang banjir dan longsor yang menghantam Aceh serta Sumatera Utara tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan rumah warga, tetapi juga memukul infrastruktur kelistrikan.
Kementerian ESDM mengonfirmasi sebagian jaringan listrik di wilayah terdampak mengalami putus. Kondisi ini memicu urgensi pemulihan cepat agar daerah bencana tidak semakin terisolasi.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan upaya khusus yang sedang dilakukan bersama PLN.
Jaringan Listrik Terputus, Pemulihan Jadi Prioritas Utama
Kerusakan tower listrik dan akses yang tertutup banjir membuat pemulihan jaringan tidak mudah. Di beberapa lokasi, teknisi bahkan tidak dapat menjangkau titik kerusakan melalui jalur darat.
Situasi ini membuat pemerintah bergerak menggunakan pendekatan tak biasa.
Bahlil mengungkapkan bahwa koordinasi dengan PLN sudah dilakukan untuk mempercepat pemulihan.
Ia menegaskan, “Subuh tadi sudah masuk dan sekarang kita mulai pemasangan. Dan jalan di sana kan putus. Jadi langkah pertama yang kita lakukan adalah bagaimana percepatan untuk aliran listrik bisa nyala.”
Tower listrik dan material pendukung diterbangkan menggunakan pesawat Hercules, mengingat jalur darat tidak memungkinkan.
Hercules Dikerahkan demi Akses Energi di Wilayah Bencana
Pemakaian pesawat Hercules menandai langkah ekstrem pemerintah dalam menghadapi skala kerusakan infrastruktur.
Kementerian ESDM memprioritaskan wilayah dengan tingkat pemadaman paling kritis, terutama area pengungsian dan fasilitas publik yang membutuhkan pasokan listrik stabil.
Selain mengamankan jaringan listrik, pemerintah memastikan bahwa gangguan bencana ini tidak berimbas pada operasi migas nasional.
“Insyaallah enggak ada (gangguan). Di lokasi bencana itu kan enggak ada sumur-sumur di sana,” ujar Bahlil.
Pemulihan bertahap akan terus dilakukan sampai akses energi kembali menyala.
Langkah ini menjadi bukti bahwa infrastruktur energi Indonesia masih sangat bergantung pada transportasi darat dan rentan terhadap kerusakan akibat bencana alam berskala besar.


