Pemerintah Aceh Luruskan Isu Hoaks Mayat Satu Truk di Aceh Tamiang
Jadigini.com – Di tengah kondisi darurat akibat bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, beredar kabar di media sosial mengenai penemuan mayat hingga satu truk di Aceh Tamiang. Informasi tersebut cepat menyebar dan memicu kecemasan, terutama karena banyak warga yang masih menunggu kabar keluarga mereka di daerah terdampak. Menanggapi situasi itu, Pemerintah Aceh memberikan klarifikasi resmi dan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
Table Of Content
- Sekda Aceh: Informasi Belum Terkonfirmasi, Jangan Picu Kepanikan
- Data Resmi Menunjukkan Tidak Ada Temuan Jenazah Massal
- Situasi Aceh Tamiang Berangsur Terkendali
- Logistik Mulai Masuk Setelah Daerah Terisolasi
- Penguatan Bantuan lewat Jalur Laut dan Kebutuhan Wilayah Lain
- Pemerintah Ajak Publik Bijak Menerima Informasi
Sekda Aceh: Informasi Belum Terkonfirmasi, Jangan Picu Kepanikan
Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, menyampaikan bahwa berita yang beredar tersebut tidak dapat dipastikan kebenarannya. Ia meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak ikut menyebarluaskan informasi yang tidak memiliki rujukan resmi.
“Itu berita yang belum teridentifikasi. Kita harus menenangkan masyarakat,” ujar Nasir di Banda Aceh, Kamis 4 Desember 2025.
Menurutnya, kondisi Aceh yang sedang berduka akibat bencana banjir harus menjadi alasan bagi semua pihak untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi. Kesalahan dalam penyampaian data, apalagi terkait jumlah korban, dapat memicu kepanikan dan memperkeruh penanganan di lapangan.
Data Resmi Menunjukkan Tidak Ada Temuan Jenazah Massal
Sebagai bentuk transparansi, Pemerintah Aceh kembali menegaskan bahwa tidak ada laporan mengenai penemuan jenazah dalam jumlah besar sebagaimana yang disebutkan dalam unggahan viral tersebut. Hingga saat ini, seluruh data korban telah tercatat melalui mekanisme pendataan terpadu.
Berdasarkan laporan terkini, jumlah korban meninggal akibat bencana di seluruh Aceh mencapai 305 orang. Angka tersebut telah melalui proses penghitungan resmi dari berbagai posko dan instansi terkait. Oleh karena itu, klaim adanya puluhan hingga ratusan korban tambahan di satu titik tertentu dianggap tidak masuk akal secara administratif.
Situasi Aceh Tamiang Berangsur Terkendali
Wakil Menteri Sosial yang berada di Aceh Tamiang turut memberikan laporan langsung mengenai situasi terbaru. Ia menyampaikan bahwa kondisi di wilayah kota relatif terkendali meskipun beberapa desa masih terendam dan akses beberapa jalan belum sepenuhnya normal. Temuan jenazah memang ada, namun jumlahnya tercatat secara wajar sesuai kondisi bencana dan seluruhnya sudah dievakuasi dengan benar.
“Jumlah pastinya belum bisa kita sampaikan karena kita terus meng-update di sini,” kata Nasir. Ia menambahkan bahwa setiap data yang diterima dari lapangan terus direkap dan diverifikasi ulang agar tidak terjadi kesalahan pelaporan.
Logistik Mulai Masuk Setelah Daerah Terisolasi
Salah satu titik krusial yang sebelumnya menjadi perhatian adalah akses logistik ke Aceh Tamiang. Wilayah tersebut sempat berada dalam kondisi “SOS” karena akses transportasi lumpuh total akibat tingginya genangan air dan longsor di beberapa titik.
Namun, situasi mulai membaik setelah bantuan logistik dari Kementerian Sosial berhasil masuk melalui jalur darat dari Sumatera Utara. Dengan terbukanya jalur ini, distribusi kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, obat-obatan, air bersih, pakaian, hingga selimut mulai tersalur kepada warga.
“Alhamdulillah sudah masuk, sudah relatif aman untuk logistiknya,” tambah Nasir.
Penguatan Bantuan lewat Jalur Laut dan Kebutuhan Wilayah Lain
Selain jalur darat, Pemerintah Aceh juga menyiapkan skema pengiriman logistik tambahan melalui jalur laut. Kapal dari Aceh Utara disiapkan untuk membawa pasokan kebutuhan dasar dalam jumlah besar untuk mempercepat penanganan terhadap warga di daerah-daerah yang masih sulit dijangkau.
Di luar Aceh Tamiang, sejumlah daerah seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan beberapa kecamatan di Aceh Utara juga masih memerlukan bantuan dalam porsi besar. Kondisi geografis yang menantang membuat distribusi memakan waktu, sehingga pemerintah daerah bersama pemerintah pusat terus berkoordinasi untuk memperluas jangkauan penanganan.
Pemerintah Ajak Publik Bijak Menerima Informasi
Menutup keterangannya, Nasir mengingatkan pentingnya kecermatan masyarakat dalam menyaring informasi, terutama di tengah bencana. Ia berharap publik lebih mengutamakan informasi dari pemerintah, BPBD, BNPB, dan lembaga resmi lainnya ketimbang unggahan yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
“Kita ingin fokus pada penanganan. Jangan sampai hoaks justru menghambat kerja-kerja kita di lapangan,” tegasnya.


