Polres Lubuk Linggau Ajak Warga Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor
Jadigini.com, LUBUKLINGGAU – Musim penghujan yang mulai menunjukkan intensitas tinggi kembali menjadi perhatian serius Polres Lubuk Linggau. Sejumlah wilayah di kota dan sekitarnya memiliki karakter geografis yang rentan banjir dan tanah longsor, terutama daerah aliran sungai serta kawasan perbukitan. Menyikapi kondisi tersebut, Polres Lubuk Linggau melalui Seksi Hubungan Masyarakat mengeluarkan imbauan resmi sebagai upaya pencegahan dan mitigasi dini agar masyarakat lebih siap menghadapi kemungkinan bencana.
Table Of Content
- Masyarakat Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan Sejak Dini
- Antisipasi Banjir Melalui Perawatan Lingkungan Rumah
- Pentingnya Menyiapkan Tas Siaga Bencana
- Pemahaman Rute Evakuasi Saat Situasi Darurat
- Kawasan Perbukitan dan Ancaman Tanah Longsor
- Tanda-Tanda Alam yang Perlu Diwaspadai
- Hindari Aktivitas yang Melemahkan Struktur Lereng
- Instruksi Evakuasi Mandiri Jika Kondisi Memburuk
- Sinergi Masyarakat dan Aparat dalam Menghadapi Bencana
Masyarakat Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan Sejak Dini
Kasi Humas Polres Lubuk Linggau, AKP Alwi, menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci untuk meminimalkan risiko. Menurutnya, perubahan pola cuaca yang semakin tidak menentu membuat ancaman bencana hidrometeorologi semakin tinggi. Karena itu, edukasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan, terutama bagi warga yang tinggal di lokasi rawan.
Antisipasi Banjir Melalui Perawatan Lingkungan Rumah
Pada aspek pencegahan banjir, AKP Alwi mengingatkan bahwa langkah paling awal dimulai dari perawatan lingkungan rumah. Saluran air, parit, dan selokan harus dipastikan bebas dari sumbatan. Sampah yang menumpuk dapat menjadi penyebab utama terjadinya banjir lokal ketika hujan deras melanda. Ia mendorong warga untuk melaksanakan gotong royong rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap fasilitas umum yang berfungsi sebagai jalur aliran air.
Pentingnya Menyiapkan Tas Siaga Bencana
Langkah berikutnya adalah memastikan barang-barang penting berada di tempat aman. Musim penghujan berpotensi memicu kenaikan air secara tiba-tiba, sehingga dokumen penting harus disimpan dalam wadah kedap air. AKP Alwi menyarankan setiap keluarga memiliki Tas Siaga Bencana berisi dokumen, obat-obatan pribadi, senter, baterai cadangan, makanan siap konsumsi, serta peralatan dasar untuk evakuasi. Kesiapan ini akan mempermudah keluarga bergerak cepat jika keadaan darurat terjadi.
Pemahaman Rute Evakuasi Saat Situasi Darurat
Untuk menghadapi banjir yang berpotensi mengancam keselamatan, masyarakat juga diminta memahami rute evakuasi yang tepat. Setiap lingkungan sebaiknya memiliki jalur evakuasi dan titik berkumpul yang disepakati bersama. Saat air mulai menggenang, pemilik rumah dianjurkan segera mematikan listrik utama guna menghindari korsleting dan bahaya lain yang dapat ditimbulkan oleh arus listrik.
Kawasan Perbukitan dan Ancaman Tanah Longsor
Selain banjir, wilayah Lubuk Linggau juga memiliki beberapa kawasan berlereng yang rentan terhadap tanah longsor. Bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan. AKP Alwi menjelaskan bahwa tanah yang jenuh akibat curah hujan tinggi dapat dengan mudah bergerak. Jika warga memahami tanda-tanda awal, potensi korban jiwa bisa ditekan.
Tanda-Tanda Alam yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda alam yang harus diperhatikan antara lain curah hujan lebat tanpa henti selama lebih dari dua jam, munculnya suara gemuruh dari arah tebing, atau getaran yang berasal dari pergeseran tanah. Perubahan fisik seperti retakan baru di tanah, pondasi rumah yang mulai bergeser, hingga pohon atau tiang yang miring merupakan sinyal bahwa kondisi tanah sedang tidak stabil dan berpotensi longsor.
Hindari Aktivitas yang Melemahkan Struktur Lereng
Untuk mencegah terjadinya longsor, masyarakat diimbau tidak melakukan penggalian tanah atau penebangan pohon secara sembarangan di area lereng. Hal tersebut dapat merusak daya ikat tanah dan memperbesar peluang terjadinya pergerakan tanah. Vegetasi sejatinya berperan sebagai penguat alami, sehingga kerusakan lingkungan dapat memperparah risiko.
Instruksi Evakuasi Mandiri Jika Kondisi Memburuk
Apabila tanda-tanda longsor mulai tampak atau ada instruksi evakuasi dari perangkat desa, Polres, atau BPBD, masyarakat diminta segera meninggalkan lokasi. AKP Alwi menekankan pentingnya evakuasi cepat untuk menghindari bencana susulan yang dapat terjadi tanpa peringatan.
Sinergi Masyarakat dan Aparat dalam Menghadapi Bencana
Di akhir imbauannya, AKP Alwi menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat. Polres Lubuk Linggau beserta Polsek jajaran tetap siaga dan melakukan pemantauan aktif di wilayah rawan bencana. Jika warga melihat potensi bahaya atau membutuhkan bantuan, mereka dapat segera menghubungi Bhabinkamtibmas, perangkat RT/RW, atau layanan darurat 110. Menurut AKP Alwi, kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama, dan dengan sinergi yang baik, keselamatan masyarakat dapat lebih terjaga selama musim penghujan.


