Terra Drone Pernah Soroti Proyek Cisumdawu dan Bayang-bayang Korupsi Pengadaan Tanah
Kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran yang menewaskan 22 orang bukan hanya menyisakan duka, tetapi juga menarik lagi perhatian publik pada jejak panjang perusahaan ini dalam berbagai proyek strategis nasional.
Salah satunya adalah survei udara untuk pembangunan Tol Cisumdawu—proyek yang kemudian jadi sorotan karena kasus korupsi pengadaan tanah.
Kontras antara reputasi Terra Drone sebagai perusahaan drone kelas dunia dan bobroknya tata kelola lahan pada proyek tol yang sama sulit diabaikan.
Publik lalu bertanya-tanya: apakah setiap proyek besar di Indonesia memang selalu bersanding dengan masalah?
Terra Drone dalam Proyek Tol Cisumdawu
Terra Drone Indonesia dikenal menyelesaikan survei pemetaan udara untuk proyek Tol Cisumdawu di Sumedang – Majalengka.
Ini merupakan sebuah pengerjaan seluas ±30 km menggunakan teknologi drone Bramor ppX yang dapat terbang hingga tiga jam.
Peran mereka dalam proyek strategis ini menunjukkan betapa dekatnya perusahaan tersebut dengan pembangunan infrastruktur nasional.
Namun tak lama setelah proyek berjalan, drama korupsi mulai bermunculan.
Pada 2024, lima orang terdakwa korupsi pengadaan tanah untuk Tol Cisumdawu menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Bandung.
Mereka terdiri dari direktur perusahaan, dua mantan PNS BPN, seorang kepala desa, dan seorang penilai tanah.
Kasus ini bermula dari proses inventarisasi lahan di Desa Cilayung pada 2019–2020, yang kemudian menghasilkan daftar nominatif untuk memperoleh Nilai Penggantian Wajar.
Sayangnya, alih-alih memberikan keadilan bagi warga, proses ini diduga dipenuhi manipulasi demi keuntungan para pelaku.
Kebakaran Memperburuk Sentimen Publik
Tragedi yang menewaskan 22 orang ini memperburuk persepsi publik terhadap bagaimana negara mengelola proyek-proyek besar, termasuk yang melibatkan perusahaan swasta dengan reputasi internasional.
Di tengah evakuasi, seorang sopir ambulans menyampaikan data awal dari pemadam bahwa ada 15 perempuan dan 7 laki-laki yang menjadi korban.
Kebakaran ini membuat masyarakat semakin kecewa dengan pemerintah, terutama karena peristiwa tersebut terjadi di tengah serangkaian masalah lain yang belum beres dalam proyek infrastruktur.
Aneh ya, kenapa setiap pembangunan besar di negeri ini selalu berujung pada skandal dan korban?
Pertanyaannya pahit, tapi perlu diulang sampai ada yang benar-benar mendengarkan.


