Mamdani–Trump Tampak Akur, New Yorkers Tetap Skeptis
Hubungan antara Presiden Donald Trump dan Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani, memasuki babak baru setelah pertemuan mereka di Gedung Putih menarik perhatian publik.
Padahal, beberapa bulan terakhir Trump tak henti menyebut Mamdani “lunatic” hingga melabelinya sebagai seorang komunis.
Namun ketika akhirnya bertemu, suasananya justru hangat, sesuatu yang membuat banyak New Yorkers terkejut sekaligus waspada.
Bagi sebagian warga, perkembangan ini terdengar positif, tetapi skeptisisme tetap menjadi sikap dasar yang melekat pada kota itu.
John Lani, seorang pelari yang ditemui CNN di Central Park, mengaku tidak menyukai Mamdani. Meski begitu, ia tak menampik bahwa Mamdani mampu membawa diri dengan baik di depan Trump dan menunjukkan kedewasaan diplomatik.
Harapan warga sebenarnya sederhana: hubungan politik yang buruk jangan sampai mengorbankan kepentingan kota, terutama terkait pendanaan infrastruktur, subway, hingga proyek-proyek federal lain yang krusial.
Karena itu, banyak yang melihat pendekatan Mamdani sebagai langkah pragmatis—sebuah cara untuk menjaga masa depan New York tetap aman.
Di sisi lain, beberapa warga mengaku cukup terkesan dengan cara Mamdani menghadapi konferensi pers bersama Trump. Kendati demikian, mereka memilih menahan penilaian hingga ia resmi menjabat pada 01 Januari 2026 mendatang.
Data dari The Center for Urban Research menunjukkan bahwa sebagian wilayah Manhattan, termasuk area sekitar Trump International Hotel, justru memilih kandidat independen Andrew Cuomo. Hal ini menegaskan bahwa dukungan terhadap Mamdani masih terbelah.
Pertemuan ini berkaitan langsung dengan isu-isu penting: apakah Trump akan memperketat imigrasi, mengerahkan pasukan federal, atau justru meredam tensi di kota kelahirannya itu.
Trump sendiri kemudian mengisyaratkan bahwa New York tidak menjadi prioritas untuk pengerahan Garda Nasional—sebuah sinyal awal bahwa pendekatan Mamdani mungkin cukup efektif.
Beberapa warga menilai Mamdani memang tengah memainkan strategi: beri pujian secukupnya, jaga hubungan, dan pastikan New York tidak kehilangan akses pendanaan federal.
Di kota yang penuh skeptisisme seperti New York, hasil akhirnya masih tanda tanya. Namun yang jelas, langkah-langkah awal Mamdani kini menjadi sorotan dan bisa menentukan arah kebijakan kota dalam tahun-tahun mendatang.


