Soroti Janji Jokowi Pensiun tapi Tetap Berpolitik, PDIP: Jokowi Jilat Ludah Sendiri
Selain menanggapi sindiran PSI, PDIP melalui Guntur Romli mengangkat isu yang dianggap lebih penting: konsistensi Presiden ke-7 RI Joko Widodo terhadap ucapannya sendiri.
Guntur mengingatkan bahwa Jokowi pernah menyatakan ingin berhenti dari panggung politik nasional dan pulang ke Solo untuk menjadi rakyat biasa serta menghabiskan waktu bersama cucu setelah lengser.
Namun, kenyataannya, Jokowi tetap aktif terlibat dalam dinamika politik, menghadiri berbagai pertemuan politik, dan merespons isu nasional secara terbuka.
Guntur menilai bahwa ketidakkonsistenan Jokowi inilah yang membuat publik mempertanyakan langkah-langkah politiknya.
Jika Jokowi memilih tetap cawe-cawe politik, maka kritik dan sindiran adalah bagian dari konsekuensi logis yang harus diterima.
Karena itu, Guntur menilai tidak tepat jika PSI membela Jokowi dengan menyerang pihak lain menggunakan narasi soal ketua partai yang terlalu lama menjabat.
Menurut Guntur, publik berhak mempertanyakan sikap Jokowi karena ucapannya dulu disampaikan secara resmi dan menjadi bagian dari ekspektasi masyarakat terhadap masa pascapresidennya.
Ia menyebut bahwa ketika Jokowi kembali aktif mengomentari politik, ia sendiri yang membuka ruang bagi perdebatan. Guntur bahkan mempertegas kritiknya dengan menyebut bahwa Jokowi “menjilat ludah sendiri.”
Di sisi lain, PSI menganggap bahwa kritik terhadap Jokowi terlalu berlebihan dan tidak adil, terutama jika masyarakat menuntutnya berhenti berbicara politik.
Namun bagi PDIP, argumentasi tersebut tidak memadai. Mereka menegaskan bahwa politik menuntut konsistensi, terlebih bagi seorang figur sebesar presiden dua periode.
Polemik mengenai konsistensi Jokowi memperlihatkan bahwa persoalan hubungan politik antara PDIP, PSI, dan Jokowi masih belum mencapai titik stabil.
Perbedaan pandangan mengenai peran Jokowi setelah lengser semakin memperlebar jarak antara ketiga pihak, dan berpotensi menjadi isu berulang dalam dinamika politik nasional.


