Prabowo Bermalam di Aceh: Pemerintah Pusat Perkuat Koordinasi Penanganan Bencana di Sumatera
Jadigini.com – Presiden Prabowo Subianto memilih untuk berkantor sementara di Aceh dengan bermalam di provinsi tersebut, sebagai bentuk komitmen kuat dalam memimpin langsung penanganan bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pilihan ini sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah pusat hadir sepenuhnya untuk memastikan proses tanggap darurat berjalan cepat, tepat, dan terarah.
Table Of Content
- Rapat Hingga Larut Malam untuk Memetakan Kebutuhan Mendesak
- Pesan Optimisme: Indonesia Mampu Bangkit Lewat Kekompakan
- Apresiasi Presiden untuk Aparat dan Relawan di Lapangan
- Kunjungan Berkala ke Daerah Bencana untuk Percepatan Kebijakan
- Perhatian Khusus pada Obat-obatan dan Pakaian Pengungsi
- Komitmen Pemerintah: Jangan Ada Bantuan yang Tidak Sampai
Keputusan bermalam ini bukan sekadar simbolik. Prabowo ingin memastikan bahwa setiap langkah penanganan bencana dapat dipantau tanpa jeda, mulai dari distribusi logistik, koordinasi antarinstansi, hingga percepatan pengambilan keputusan strategis di lapangan.
Rapat Hingga Larut Malam untuk Memetakan Kebutuhan Mendesak
Pada Minggu (7/12), Prabowo memimpin rapat terbatas hingga larut malam bersama jajaran pemerintah daerah dan pejabat terkait, mulai dari gubernur, bupati, TNI-Polri, BNPB, hingga kementerian teknis. Rapat tersebut membahas kondisi terkini di daerah terdampak, kebutuhan di lapangan, serta langkah-langkah percepatan yang harus segera dijalankan.
Dalam rapat itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak akan tinggal diam dan akan terus hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana. Ia menekankan bahwa prioritas utama adalah memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi secara cepat dan tepat sasaran.
“Pemerintah akan terus hadir. Kita pastikan segala kebutuhan korban dapat dipenuhi secepat mungkin,” kata Presiden.
Pesan Optimisme: Indonesia Mampu Bangkit Lewat Kekompakan
Prabowo juga memberikan pesan optimisme kepada seluruh jajaran. Ia mengingatkan bahwa Indonesia telah berkali-kali menghadapi bencana besar, namun bangsa ini selalu mampu bangkit karena kekompakan dan gotong royong.
“Kita pernah mengalami musibah yang besar, cobaan-cobaan besar. Tapi dengan kerja sama, dengan kekompakan, kita mampu menghadapinya,” ujarnya.
Pernyataan ini menjadi dorongan moral bagi seluruh pihak, termasuk aparat, relawan, dan masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Apresiasi Presiden untuk Aparat dan Relawan di Lapangan
Selama berada di Aceh, Prabowo turun langsung meninjau kondisi wilayah terdampak. Ia bertemu para prajurit, tenaga medis, relawan, dan warga untuk mendengar langsung apa yang dibutuhkan. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo merasa bangga sekaligus terharu melihat pengabdian para petugas di lapangan.
“Saya lihat sendiri di lapangan, saya tanya prajurit-prajurit, ada yang sudah 7 hari, 8 hari bekerja. Terima kasih,” ucapnya.
Apresiasi ini bukan hanya penghargaan, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral agar seluruh petugas tetap bersemangat dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Kunjungan Berkala ke Daerah Bencana untuk Percepatan Kebijakan
Presiden menegaskan bahwa dirinya akan terus memonitor langsung perkembangan di daerah terdampak bencana. Ia bahkan membuka kemungkinan untuk menggelar rapat terbatas langsung di berbagai wilayah terdampak, bukan hanya di Jakarta.
“Mungkin tiap beberapa hari, saya akan datang terus ke semua daerah. Saya bukan hanya mau memberi moril, saya mau tahu, dengar langsung apa yang dibutuhkan, sehingga bisa ada keputusan cepat,” jelas Prabowo.
Ia menegaskan bahwa mendengar langsung dari sumbernya adalah cara paling efektif untuk mempercepat kebijakan dan memastikan tidak ada hambatan birokrasi.
Perhatian Khusus pada Obat-obatan dan Pakaian Pengungsi
Dalam rapat tersebut, Prabowo menyoroti beberapa kebutuhan paling mendesak di lapangan. Dua di antaranya adalah obat-obatan dan pakaian bersih. Menurut Presiden, dua kebutuhan ini harus menjadi prioritas utama mengingat kondisi para pengungsi yang rentan terhadap penyakit.
“Obat-obatan harus segera, prioritas. Segala kebutuhan bisa segera saja ya. Obat-obatan itu, kemudian pakaian,” ujarnya.
Instruksi ini langsung diarahkan kepada kementerian terkait agar distribusi logistik dipercepat dan tidak ada kendala teknis yang menghambat kebutuhannya tiba di tangan masyarakat.
Komitmen Pemerintah: Jangan Ada Bantuan yang Tidak Sampai
Prabowo menegaskan bahwa kunjungan dan rapat langsung di daerah bukan hanya untuk pemantauan, tetapi untuk memastikan seluruh bantuan benar-benar tersalurkan. Ia tidak ingin ada satu pun kebutuhan korban yang terlewatkan.
“Jangan sampai ada yang dibutuhkan rakyat tidak sampai,” tegas Presiden.
Dengan langkah cepat, koordinasi intensif, dan dorongan kuat dari pemerintah pusat, proses pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar diharapkan berlangsung lebih terarah. Masyarakat pun diharapkan dapat kembali bangkit setelah bencana melalui sinergi pemerintah, aparat, dan seluruh elemen bangsa.


