Onadio Leonardo ‘Pensiun’ dari TV, Akui Narkoba Hancurkan Momen Emas Keluarga
Jadigini.com – Panggung hiburan seringkali menuntut harga yang tak terlihat di layar kaca. Di balik sorotan kamera dan tepuk tangan penonton, ada waktu, energi, dan momen personal yang terkadang harus dikorbankan. Bagi sebagian, pengorbanan itu sepadan. Namun bagi yang lain, ada satu titik di mana tagihannya terasa terlalu mahal untuk dibayar, dan Onadio Leonardo baru saja merasakan tagihan itu.
Table Of Content
Musisi sekaligus aktor yang akrab disapa Onad ini membuat keputusan besar: menekan tombol jeda pada kariernya yang sedang bersinar. Bukan karena sepi tawaran, melainkan karena sebuah panggilan sadar yang datang setelah pukulan telak dalam hidupnya. Terseret dalam kasus penyalahgunaan narkoba menjadi momen yang memaksanya berhenti dan melihat apa yang sebenarnya telah hilang.
Titik Balik Onadio Leonardo: Ketika Prioritas Hidup Dipertaruhkan
Kejadian yang menimpanya bukan sekadar berita utama di media, melainkan sebuah cermin retak yang memantulkan realita pahit. Onad menyadari bahwa di tengah kesibukannya mengejar materi dan popularitas, ia telah kehilangan aset paling berharga: waktu bersama keluarga. Momen-momen emas pertumbuhan anak dan kebersamaan dengan sang istri, Beby Prisillia, terlewat begitu saja.
“Saya kehilangan banyak waktu sebelumnya, jadi buat saya waktu itu sangat berharga. Waktu untuk keluarga itu nggak bisa dibeli berapa pun harganya. Itu pelajaran yang saya dapat,” ungkap Onad, merefleksikan penyesalannya saat ditemui di Senayan, Jakarta Pusat. Kesadaran ini menjadi fondasi dari keputusannya untuk vakum sementara waktu.
Lebih dari Sekadar Kata-kata: Aksi Nyata ‘Ayah Baru’ di Mata Istri
Perubahan seorang pria seringkali paling akurat dinilai oleh pasangannya. Beby Prisillia, sang istri, menjadi saksi hidup transformasi suaminya. Menurut Beby, Onad yang sekarang adalah sosok yang jauh berbeda dari sebelumnya. Fokusnya tidak lagi melulu soal pekerjaan dan pundi-pundi rupiah.
“Sekarang lebih in touch dan lebih perhatian sama anak-anak. Dulu fokusnya kerja dan cari uang,” tutur Beby. Pernyataan ini mengonfirmasi bahwa komitmen Onad bukan isapan jempol. Ia kini terlibat aktif dalam pengasuhan anak, berusaha membayar kembali waktu yang hilang dengan kehadiran yang nyata dan berkualitas.
Mengosongkan Jadwal Ramadan: Prioritas yang Tak Bisa Ditawar
Sebagai bukti keseriusannya, Onad telah mengambil langkah konkret. Ia memutuskan untuk mengosongkan seluruh jadwal pekerjaannya selama bulan Ramadan mendatang. Sebuah keputusan berani bagi seorang figur publik yang biasanya panen tawaran di bulan suci. Baginya, ini adalah investasi untuk memperbaiki fondasi keluarga yang sempat retak.
“Saya butuh waktu buat keluarga, buat membenarkan yang sudah rusak supaya kepingannya bisa tersusun lagi. Kayaknya saya harus menghabiskan waktu sama keluarga, bahkan saat puasa nanti, saya nggak mau ambil job,” tegasnya.
Pada akhirnya, perjalanan Onad menjadi pengingat bahwa di puncak karier sekalipun, keluarga adalah rumah yang sesungguhnya. Ia belajar dengan cara yang keras bahwa uang bisa dicari, tetapi momen kebersamaan keluarga yang terlewat tidak akan pernah bisa diputar kembali. “Belajar dari kejadian kemarin, ternyata keluarga itu penting banget,” pungkasnya.


