Siklon Tropis Senyar dan Koto Ancam Transportasi Laut dan Darat di Sumatera-Kepri
Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi peringatan keras bahwa Indonesia kini menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang semakin tidak terduga.
Table Of Content
Kemunculan Siklon Tropis Senyar dan Koto di wilayah yang selama ini dianggap ”aman dari siklon” menambah urgensi mitigasi bencana.
Bukan hanya Sumatera, wilayah Kepulauan Riau juga berpotensi terdampak dalam tiga hari ke depan.
BMKG mengeluarkan peringatan penting bagi masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada aktivitas laut dan tinggal di kawasan rawan.
Transportasi Laut Terancam: Nelayan Diminta Menghentikan Aktivitas
Angin kencang yang menyertai dua siklon ini berpotensi memicu gelombang tinggi yang membahayakan kapal kecil hingga kapal niaga.
”Untuk transportasi laut diwaspadai untuk nelayan, dan segala macam yang beraktivitas di laut lebih diperhatikan gelombang lautnya, akan berbahaya jangan dipaksakan untuk melaut atau belayar,” ucap Ramlan.
Peringatan ini tidak bisa dianggap sepele. Gelombang tinggi yang dipicu angin siklon bisa meningkat secara mendadak, menyebabkan risiko kecelakaan laut, kerusakan kapal, bahkan kehilangan nyawa.
Sektor perikanan yang sangat bergantung pada cuaca stabil menjadi pihak paling rentan terdampak.
Ancaman Serius bagi Warga Pesisir dan Pegunungan
Selain berbahaya bagi transportasi laut, derasnya hujan akibat siklon meningkatkan risiko bencana di daratan.
Banjir, banjir bandang, hingga longsor dapat terjadi sewaktu-waktu terutama di wilayah yang sudah memiliki kerentanan geografis.
”Kemudian juga untuk masyarakat di sekitar pegunungan, pesisir ini berdampak juga jika terjadi hujan lebat berpotensi akan terjadi longsor, banjir ataupun banjir bandang,” kata Ramlan memperingatkan.
Dengan kondisi tanah jenuh air, daerah aliran sungai yang sempit, serta curah hujan tinggi, potensi bencana berlapis bisa terjadi serentak.
Kepri dalam Mode Waspada: Siklon Bergerak Menuju Laut China Selatan
BMKG Stasiun Hang Nadim menekankan bahwa Kepulauan Riau perlu waspada penuh jika pergerakan Senyar dan Koto mengarah ke Laut China Selatan.
”Kemunculan Siklon Tropis Senyar dan Koto ini perlu diwaspadai, karena siklon tropis ini masih terus bergerak, jika pergerakannya menuju Laut China Selatan, dampak serupa bisa dialami Kepri.”
Meskipun wilayah ini tidak sedang mengalami bencana besar kini, dinamika atmosfer yang cepat berubah membuat situasi dapat bergeser dalam hitungan jam.
Kesimpulan: Waspada 72 Jam ke Depan
Dengan dua siklon tropis aktif dekat Indonesia, tiga hari ke depan menjadi periode krusial.
Masyarakat diminta untuk memantau peringatan BMKG, menghindari perjalanan laut, waspada banjir dan longsor, menghindari area rawan pohon tumbang dan gelombang tinggi.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa adaptasi iklim bukan lagi pilihan—melainkan kebutuhan mendesak.


