Jadigini.com – Ramadan kerap menjadi waktu yang dipilih banyak pasangan untuk memperdalam makna spiritual. Di tengah padatnya aktivitas dan rutinitas, perjalanan ke Tanah Suci sering dimaknai sebagai jeda sekaligus momen refleksi diri. Namun di era geopolitik yang dinamis, perjalanan ibadah pun tak sepenuhnya lepas dari risiko global.
Table Of Content
Itulah yang kini dialami oleh Meisya Siregar dan Bebi Romeo. Pasangan ini tengah menjalani ibadah umrah di Mekah saat kabar tak terduga datang: penerbangan mereka dibatalkan akibat penutupan wilayah udara.
Tahalul dan Makna Gundul
Sebelum kabar pembatalan pesawat mencuat, Meisya sempat membagikan momen hangat bersama sang suami. Salah satu yang mencuri perhatian adalah keputusan Bebi Romeo untuk mencukur rambutnya hingga gundul sebagai bagian dari tahalul.
“Tahalul kedua @bebi_romeo … akhirnya liciiiinnn selicin licinnyah … anak2 nanya ” koq papa mau sih ??? pasti bunda yg nyuruh ya ? boro2. yang tau Bebi kenal dia bgt pasti paham. mana bisa dia di suruh2 sholat, ngaji, umroh , haji, gundul licin … apapun dlm idupnya ga ada kamus mau di atur2 dan di suruh2 … once dia mau, ga ada satu org pun yg bisa nahan,”
Bagi Meisya, keputusan itu bukan sekadar perubahan fisik. Ia memaknainya sebagai simbol kerendahan hati dan niat baik yang diharapkan membawa pahala.
“Semoga niat baiknya melawan penilaian fisik dr manusia bisa di ganjar pahala ya sayang.
smg Umroh Badal buat mama papa dan papa John hari ini, Allah sampaikan pahala nya untuk mereka. Allah ampuni dosa2 nya …, lapangkan dan terangi kuburnya. Allah pertemukan kita kelak di syurga nya Allah dan gundul nya kamu bisa menghapus segala dosa dan khilaf meluruhkan ego dan sifat2 buruk dan dilembutkan hati nya … seperti bayi yg baru di lahirkan. Aamiin Ya Mujibasailin …”
Airspace Ditutup, Pesawat Dibatalkan
Di tengah suasana khusyuk tersebut, muncul kabar bahwa penerbangan mereka dibatalkan. Wilayah udara Uni Emirat Arab dilaporkan ditutup untuk waktu yang belum ditentukan, diduga imbas meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.
“trus, nasib kite gimana ini pesawat di cancel ga bisa pulang ??? Airspace UEA closed untuk waktu yg ga pasti …
Doain yah temen2, Allah kasih Qadar yg baik untuk para jamaah yg ga bisa pulang … jujur kita msh clueless nih … berserah aja di rumah Allah. Allah jaga anak2, dan kasih plan yg terbaik,”
Ungkapan tersebut memperlihatkan kepasrahan sekaligus harapan di tengah ketidakpastian.
Ibadah di Tengah Situasi Global
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perjalanan ibadah internasional sangat bergantung pada stabilitas kawasan. Penutupan wilayah udara merupakan prosedur keselamatan yang lazim dilakukan saat situasi keamanan meningkat.
Bagi para jamaah, kondisi seperti ini tentu menimbulkan kecemasan, terutama terkait keluarga yang ditinggalkan di Tanah Air. Namun di sisi lain, momen tersebut juga menjadi ujian kesabaran dan keteguhan hati.
Meisya dan Bebi memilih berserah sambil menunggu kepastian jadwal penerbangan berikutnya. Di tengah ruang tunggu yang tak pasti, mereka tetap memaknai perjalanan ini sebagai bagian dari rencana yang lebih besar.
Ramadan kali ini pun bukan hanya tentang tahalul dan doa, tetapi juga tentang belajar tenang ketika rencana manusia harus menyesuaikan dengan keadaan.


