Jadigini.com – Membangun keluarga baru setelah sebuah perpisahan bukanlah perkara mudah, terlebih di bawah sorotan publik. Salah satu tantangan terbesarnya adalah menyatukan hati, terutama antara anak dari pernikahan sebelumnya dengan pasangan yang baru. Stigma “ibu sambung” yang seringkali digambarkan negatif menjadi beban tersendiri. Namun, musisi Virgoun tampaknya berhasil menepis keraguan tersebut lewat babak baru hidupnya.
Alih-alih terburu-buru merayakan kebahagiaan dengan menambah anggota keluarga, Virgoun justru memilih untuk memperkuat fondasi yang sudah ada. Fokusnya saat ini adalah memastikan keharmonisan antara putri sulungnya, Starla, dengan istri barunya, Lindi Fitriyana.
Kunci Kedekatan Lindi dan Starla
Menurut Virgoun, proses adaptasi antara Lindi dan Starla berjalan lebih mulus dari yang dibayangkan. Tidak ada drama atau penolakan yang berarti. Sejak awal pertemuan, ketiganya sudah menemukan ritme keakraban yang natural.
“Gue sama Starla, sama Lindi dari awal dikenalin udah baik banget ketiga-tiganya ya,” ungkap Virgoun saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri belum lama ini.
Ia melihat ada satu faktor kunci yang membuat Lindi begitu mudah diterima oleh putrinya. Faktor usia Lindi yang relatif muda dinilai menjadi jembatan yang efektif untuk masuk ke dunia Starla. “Karena memang dia (Lindi), umurnya juga udah enggak jauh sama anak,” jelasnya. Kedekatan ini seolah menjadi sinyal positif bahwa keluarga barunya sedang dibangun di atas dasar yang sehat.
Prioritas Utama: Stabilitas, Bukan Momongan
Ketika sebuah pernikahan baru terjalin, pertanyaan soal momongan seringkali menjadi yang pertama muncul. Namun, Virgoun memiliki pandangan yang berbeda dan lebih matang. Baginya, memiliki anak lagi bukanlah sebuah perlombaan.
Ia secara tegas menyatakan enggan terburu-buru untuk menambah momongan bersama Lindi. Pelantun lagu “Surat Cinta untuk Starla” ini menjadikan stabilitas mental dan finansial sebagai target utama sebelum melangkah lebih jauh. Prinsip ini ternyata bukan hal baru baginya.
“Kalau soal momongan kan bisa diomongin. Tunggu kalau udah stabil semuanya. Sama mantan istri gue pun begini kan,” pungkasnya. Pernyataan ini menunjukkan sebuah pola pikir yang konsisten, di mana kesiapan psikologis dan material adalah fondasi utama dalam membangun keluarga, baik di masa lalu maupun sekarang.


