Jadigini.com – Isu berat badan di industri K-Pop bukan perkara baru. Standar visual yang ketat, jadwal padat, hingga ekspektasi publik membuat tubuh idol kerap menjadi bahan diskusi terbuka. Di tengah perdebatan soal kesehatan dan tekanan industri, sebuah klip lama kembali viral dan memicu reaksi keras warganet.
Table Of Content
Potongan video itu menampilkan aktris sekaligus mantan idol, Hyeri, dalam sebuah acara varietas bersama beberapa idol lain, termasuk Chaewon dari LE SSERAFIM.
Candaan yang Dianggap Kelewatan
Dalam klip tersebut, Hyeri bertanya kepada Yena tentang berat badannya. Setelah angka itu disebutkan, Hyeri berkomentar, “I can lift you, but not Chaewon, even though the difference is only 3 kg.”
Percakapan kemudian berlanjut dengan beberapa orang lain yang menyebut bahwa mereka tidak bisa mengangkat Chaewon. Nama sang idol terus disebut dalam konteks berat badan, dan di momen itu, Chaewon tampak menanggapi dengan ekspresi yang dinilai sebagian netizen kurang nyaman.
Potongan video tersebut menyebar cepat di media sosial. Banyak yang mengkritik komentar Hyeri dan menganggap candaan tersebut tidak sensitif, apalagi di industri yang sangat menyoroti bentuk tubuh perempuan.
Reaksi Terbelah: Kritik dan Pembelaan
Sebagian warganet menilai candaan tersebut sebagai bentuk body shaming terselubung. Mereka menyoroti ekspresi Chaewon yang terlihat canggung ketika namanya terus disebut dalam diskusi soal berat badan.
Namun, tak sedikit pula yang membela Hyeri. Beberapa penggemar menyebut bahwa klip itu hanya potongan pendek dan tidak merepresentasikan keseluruhan suasana acara. Ada pula yang menegaskan bahwa Hyeri dan Chaewon dikenal dekat, sehingga konteks candaan mungkin berbeda dari yang terlihat di potongan video.
Perdebatan ini menunjukkan bagaimana satu cuplikan singkat bisa membentuk opini besar tanpa konteks utuh.
Sensitivitas Isu Berat Badan di K-Pop
Topik berat badan kembali menjadi sorotan seiring kekhawatiran publik bahwa banyak idol terlihat semakin kurus. Tekanan industri untuk mempertahankan citra tertentu membuat isu ini sangat sensitif.
Dalam budaya pop Korea, komentar tentang berat badan sering kali dianggap biasa dalam percakapan sehari-hari. Namun, standar global yang semakin sadar akan isu body positivity membuat komentar semacam itu kini dipandang lebih kritis.
Apakah itu murni candaan antar teman atau bentuk komentar yang kurang tepat? Jawabannya mungkin berbeda bagi setiap orang. Yang jelas, viralnya klip ini kembali mengingatkan bahwa tubuh idol bukan sekadar bahan hiburan publik.
Di era digital, satu kalimat bisa bertahan lebih lama dari satu episode acara. Dan di tengah sorotan industri yang keras, sensitivitas menjadi nilai yang semakin penting.


