Jadigini.com – Bulan Ramadhan sering kali menjadi momen refleksi bagi banyak figur publik. Di tengah industri hiburan yang nyaris tak pernah tidur, sebagian memilih menurunkan tempo. Ada yang mengurangi jadwal tampil, ada pula yang benar-benar berhenti sejenak demi memberi ruang pada spiritualitas.
Table Of Content
Pilihan itu juga diambil oleh Dinar Candy. DJ asal Bandung tersebut memutuskan untuk tidak mengambil pekerjaan selama bulan suci. Keputusan itu bukan tanpa alasan. Ia ingin memusatkan perhatian pada ibadah dan kegiatan yang dinilainya lebih bermakna.
Rehat dari Panggung, Fokus Ibadah
Dinar secara terbuka mengakui bahwa ia sengaja mengosongkan jadwal manggung selama Ramadhan.
“Awalnya tuh iseng saja. Aku kan memang enggak ambil job DJ selama Ramadhan karena pengin fokus ibadah. Jadi deh bikin kegiatan positif ama netizen daripada gibah kan,” ungkapnya di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.
Pernyataan tersebut memperlihatkan pergeseran prioritas sementara. Di saat sebagian pelaku hiburan tetap aktif di panggung malam, Dinar justru memilih jalur berbeda. Bagi sebagian publik, langkah ini mungkin terasa kontras dengan citra yang selama ini melekat padanya.
Lomba Hafalan Alquran Berhadiah Umrah
Menariknya, masa rehat itu tidak diisi dengan sekadar berdiam diri. Ia menggagas lomba menghafal Alquran secara daring yang melibatkan para pengikutnya di media sosial. Ide tersebut, menurut pengakuannya, muncul spontan saat melakukan siaran langsung.
Respons warganet disebut cukup positif. Bahkan hadiah yang disiapkan tidak main-main. Selain uang tunai, tersedia tiket umrah untuk pemenang.
“Awalnya, hadiah umrah masih satu tiket kan aku bikin dibannernya. Terus aku tambah lagi jadi dua tiket. Semoga ke depannya, hadiah untuk kegiatan ini bisa terus bertambah ya,” tuturnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi ruang produktif selama Ramadhan. Alih-alih memicu perdebatan atau gosip, platform digital dimanfaatkan untuk kompetisi bernuansa religius.
Rutinitas Tadarus dan Konsistensi
Selain lomba daring, Dinar juga mengisi waktunya dengan tadarus Alquran menjelang berbuka puasa. Aktivitas tersebut kerap ia bagikan melalui Insta Story, memperlihatkan rutinitas yang lebih tenang dibanding kesehariannya di dunia hiburan malam.
Langkah Dinar Candy ini bisa dibaca sebagai bentuk personal journey. Industri hiburan memang identik dengan gemerlap, tetapi keputusan untuk beristirahat sementara menunjukkan bahwa ritme hidup dapat diatur ulang sesuai momentum.
Pada akhirnya, Ramadhan bukan sekadar soal menahan diri, tetapi juga tentang mengalihkan energi ke arah yang lebih positif. Dan dalam kasus ini, panggung hiburan diganti dengan panggung digital bernuansa ibadah.


