Jadigini.com – Ramadhan kerap menghadirkan tradisi kecil yang justru menjadi kenangan besar dalam keluarga. Dari sekadar membangunkan sahur hingga menyiapkan hidangan sederhana, momen dini hari sering berubah jadi ruang penuh tawa.
Table Of Content
Di tengah suasana itu, Betrand Peto alias Onyo punya cara tak biasa untuk memastikan sang ayah, Ruben Onsu, tak melewatkan makan sahur. Ia memilih pendekatan teatrikal: mengenakan kostum karakter unik demi menciptakan kejutan.
Dari Maling sampai Spider-Man
Ditemui di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Onyo mengaku sudah menyiapkan berbagai karakter untuk “misi” membangunkan ayahnya.
“Bangunin Ayah sahur seru banget karena malam ini juga ada karakter baru yang aku siapin buat bangunin Ayah sahur. Kemarin Spider-Man, terus pertama maling, kedua Spider-Man, ketiga ini ada sesuatu yang menurutku ini kocak sih,” ujarnya.
Kostum maling, pahlawan super, hingga karakter nyeleneh lain sudah dipersiapkan. Bagi Onyo, ini bukan sekadar lelucon, tetapi cara menghadirkan warna berbeda di bulan puasa.
Berawal dari Tantangan Netizen
Menariknya, ide tersebut lahir dari interaksi di media sosial. Onyo merasa tertantang ketika warganet mendorongnya melakukan aksi yang lebih kreatif.
“Ide itu mulai dari awal aku buka sosmed, terus mereka bilang kayak ‘Nyo ayolah kalau misalkan ngerjain Ayah lakuin yang sesuatu kayak yang mungkin yang lebih lucu dari ini gitu’. Makanya aku bilang kayak ‘Oh ya udah ini kayaknya seru nih karakter maling nih’, jadinya aku bikinlah karakter maling itu,” tuturnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial bukan hanya ruang berbagi konten, tetapi juga menjadi sumber inspirasi hiburan keluarga.
Reaksi Ruben Onsu yang Tak Terduga
Totalitas Onyo rupanya sempat membuat Ruben terkejut. Bukan hanya karena kostumnya, tetapi juga keseriusan sang anak dalam mempersiapkan semuanya.
“Dia itu sebenernya kaget kan, aku tiba-tiba pesen kostum segala macem, aku tiba-tiba siapin kostum ini, bikin kostum ini gitu. Jadi ada yang bikin kostum ayam lah, bikin kostum segala macem lah gitu,” jelas Onyo.
Reaksi spontan itulah yang justru menjadi bagian paling menyenangkan. Sahur yang biasanya identik dengan kantuk berubah menjadi panggung komedi mini keluarga.
Target 30 Hari Penuh
Tak berhenti sampai di situ, Onyo berniat konsisten melakukan aksi ini sepanjang bulan Ramadhan.
“30 hari. Harus. Harus. Tapi karakternya nggak mungkin 30 karakter kan? Jadi mungkin kita bisa cari yang lain kek atau mungkin kita jadi pocong buat bangunin Ayah sahur. Kan setan kan diiket kan kalau lagi sahur bulan puasa? Ya udah setannya lepas satu,” pungkasnya.
Di balik candaan tersebut, ada pesan sederhana: kebersamaan bisa diciptakan dengan cara kreatif. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang membangun kenangan yang akan diingat jauh setelah bulan suci berlalu.


