Jadigini.com – Setiap kali kabar duka menyelimuti dunia hiburan, ada dua gelombang reaksi yang hampir selalu mengikuti di ruang digital. Gelombang pertama adalah arus simpati, doa, dan kenangan tulus dari para penggemar serta rekan sejawat. Namun, tak lama berselang, gelombang kedua kerap muncul: klaim-klaim prediksi dan “cocoklogi” dari para sosok yang mengaku bisa melihat masa depan.
Table Of Content
Fenomena inilah yang tampaknya menyulut amarah Deddy Corbuzier hingga ke titik didih. Di tengah suasana duka yang masih terasa atas kepergian sahabatnya, Vidi Aldiano, sebuah peringatan yang tak main-main dilontarkannya melalui media sosial. Peringatan itu bukan sekadar sentilan, melainkan sebuah ancaman terbuka yang ditujukan secara spesifik.
Ancaman Serius di Tengah Suasana Duka
Melalui sebuah unggahan di Instagram Story, Deddy dengan tegas menyatakan akan mengambil tindakan personal terhadap siapa pun yang mencoba memanfaatkan situasi duka untuk keuntungan pribadi. Ia tidak ingin tragedi yang menimpa sahabatnya menjadi komoditas untuk menaikkan popularitas para peramal.
“Kalau sampai ada peramal-peramal palsu itu yang berani bilang sudah saya prediksi Vidi akan meninggal hanya untuk naikin popularitas itu… saya kejar Anda sampai ke liang kubur!!! Take it as my words! -D.C,” tulis Deddy, dikutip Selasa (10/3).
Pernyataan ini sontak menjadi sorotan. Sikap keras Deddy dianggap mewakili keresahan banyak orang terhadap praktik yang dinilai tidak etis. Momen berkabung yang seharusnya sakral dan privat, justru berisiko dieksploitasi oleh pihak-pihak yang mencari panggung dengan cara mengklaim telah meramalkan sebuah kemalangan.
Nama Hard Gumay Terseret, Benarkah Sasarannya?
Seperti biasa, spekulasi di kalangan netizen pun liar bergulir. Salah satu nama yang paling sering disebut sebagai kemungkinan target peringatan Deddy adalah Hard Gumay, seorang peramal yang cukup populer di kalangan selebritas. Dugaan ini muncul karena Hard Gumay pernah beberapa kali memberikan prediksi terkait nasib para artis.
Namun, tudingan ini tampaknya kurang berdasar jika ditelisik lebih dalam. Sejumlah netizen lain justru memberikan bukti tandingan. Prediksi Hard Gumay yang sempat viral beberapa waktu lalu, khususnya saat berbicara di siniar Denny Sumargo, merujuk pada sosok artis pria berusia di atas 40 tahun dengan ciri fisik yang berbeda dari Vidi Aldiano.
Selain itu, sikap Hard Gumay sendiri justru menunjukkan hal sebaliknya. Ia mengunggah ucapan belasungkawa atas wafatnya Vidi Aldiano tanpa sedikit pun menyinggung atau mengaitkannya dengan ramalan masa lalunya. Hal ini seolah mengonfirmasi bahwa peringatan keras Deddy Corbuzier ditujukan secara umum kepada fenomena “aji mumpung” di tengah duka, bukan secara spesifik kepada satu individu.
Lebih dari Sekadar Amarah: Peringatan tentang Batas Etika
Terlepas dari siapa yang dimaksud, amarah Deddy Corbuzier menjadi sebuah penanda penting. Ini adalah pengingat keras bahwa ada garis batas etika yang tidak seharusnya dilanggar, bahkan di era di mana segala sesuatu bisa dijadikan konten. Memprediksi atau mengklaim telah meramal kematian seseorang adalah tindakan yang melukai keluarga dan sahabat yang ditinggalkan.
Sikap Deddy menjadi cerminan dari perlawanan terhadap normalisasi eksploitasi duka. Pada akhirnya, ini bukan lagi soal percaya atau tidak percaya pada ramalan, melainkan tentang pentingnya menjaga empati dan menghormati ruang duka seseorang tanpa perlu menjadikannya panggung untuk validasi diri.


