Jadigini.com – Dalam dunia K-pop, sorotan kamera tak pernah benar-benar netral. Bahkan mereka yang hanya berdiri beberapa langkah di belakang tokoh utama bisa memicu gelombang spekulasi. Publik kini tak hanya membaca pernyataan resmi, tetapi juga bahasa tubuh, posisi berdiri, hingga siapa yang memilih hadir di momen genting.
Table Of Content
Itulah yang terjadi saat Min Hee-jin menggelar konferensi pers di Seoul. Mantan CEO Ador itu muncul untuk mengumumkan kemenangan hukumnya dalam gugatan pembayaran saham sekaligus memaparkan rencana ke depan bersama label barunya, Ooak Records.
Namun perhatian publik justru beralih pada satu sosok pria yang mendampinginya naik dan turun panggung.
Bukan Orang Sembarangan
Pria tersebut segera diidentifikasi sebagai Black Q, atau Kim Young-hoo, koreografer yang dikenal luas sebagai kekuatan kreatif di balik performa NewJeans.
Dalam konferensi pers itu, Min membaca pernyataan tertulis kurang dari 10 menit tanpa sesi tanya jawab. Ia bahkan menyatakan kesediaannya melepaskan 25,6 miliar won hasil putusan jika HYBE menghentikan seluruh sengketa hukum yang berjalan. Setelah itu, ia meninggalkan ruangan—dengan Black Q terlihat mengawal dan membantunya.
Momen singkat tersebut cukup untuk memicu diskusi panjang di komunitas daring.
Dijuluki “Ayah” Koreografi NewJeans
Black Q bukan nama baru. Ia mulai dikenal publik lewat program kompetisi tari “Street Man Fighter” pada 2022 sebagai bagian dari kru Eoddae. Namun pengaruhnya makin besar ketika menjabat sebagai performance director di Ador.
Ia menciptakan koreografi untuk sejumlah lagu ikonik NewJeans seperti “Cookie”, “OMG”, dan “Super Shy”. Karena perannya yang dominan dalam membentuk identitas gerak grup tersebut, penggemar menjulukinya sebagai “father of NewJeans.”
Kehadirannya di sisi Min menimbulkan tafsir bahwa ia berada dalam lingkaran dekat sang produser di tengah konflik yang belum sepenuhnya reda antara Min dan HYBE.
Isyarat yang Tak Sekadar Kebetulan?
Spekulasi semakin menguat setelah Black Q menambahkan akun resmi Ooak Records ke profil media sosialnya. Bagi sebagian pengamat industri, langkah ini merupakan sinyal afiliasi profesional yang jelas.
Di industri hiburan Korea, perpindahan kreator kunci sering kali berdampak besar pada arah artistik sebuah grup. Koreografer bukan sekadar pengarah gerak; mereka membentuk identitas visual yang melekat kuat pada brand idola.
Jika Black Q memang berlabuh ke Ooak Records, implikasinya bukan hanya soal posisi personal. Ia berpotensi membawa gaya, filosofi, dan pendekatan kreatif yang selama ini melekat pada NewJeans.
Antara Loyalitas dan Strategi
Kisah ini memperlihatkan satu hal: dalam industri K-pop modern, peran di balik layar sama pentingnya dengan artis di depan kamera. Loyalitas profesional, visi kreatif, dan dinamika perusahaan bisa saling bersilangan.
Apakah kemunculan Black Q sekadar bentuk dukungan moral, atau awal babak baru dalam peta kreatif K-pop? Jawabannya mungkin belum final. Namun satu hal jelas, publik kini lebih peka membaca setiap detail—bahkan dari seseorang yang hanya berdiri di samping panggung.


