Jadigini.com – Di era media sosial, popularitas seorang selebriti tidak hanya membawa keuntungan berupa sorotan publik dan basis penggemar yang besar. Di sisi lain, nama besar tersebut juga kerap menjadi sasaran empuk bagi berbagai modus penipuan digital.
Table Of Content
Fenomena pencatutan nama artis sebenarnya bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak figur publik yang identitasnya dipakai tanpa izin untuk mempromosikan investasi bodong, undian palsu, hingga program bantuan fiktif. Biasanya, pelaku memanfaatkan kedekatan emosional antara artis dan penggemarnya.
Kini, pola serupa kembali muncul dan menyeret nama salah satu penyanyi dangdut populer Indonesia.
Peringatan Resmi dari Tim Hukum
Lesti Kejora melalui kantor kuasa hukumnya, Sadrakh Seskoadi & Partners, mengeluarkan surat pemberitahuan resmi terkait maraknya penipuan yang mengatasnamakan dirinya.
Surat tersebut diterbitkan pada Kamis, 5 Maret 2026 dengan nomor SSP.SPM.I.V/03-2026. Peringatan ini ditujukan kepada masyarakat luas, khususnya para penggemar, agar tidak menjadi korban modus penipuan yang menggunakan identitas sang penyanyi.
Dalam isi surat tersebut dijelaskan bahwa Lesti tidak pernah terlibat dalam aktivitas yang meminta uang kepada publik.
“Melalui ini kami ingin menyampaikan Pemberitahuan dan himbauan kepada seluruh masyarakat dan fans dari Lesti Kejora bahwa telah sering terjadi PENIPUAN yang mengatasnamakan Lesti Kejora,” demikian isi pembuka dalam surat pemberitahuan tersebut.
Modus “Uang Ghaib” di TikTok
Salah satu modus yang terungkap berasal dari media sosial TikTok. Para pelaku mengunggah konten yang mempromosikan program yang mereka sebut sebagai “uang ghaib”.
Konten tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat meyakinkan. Dalam beberapa video, bahkan ditampilkan suara yang disebut-sebut mirip dengan Lesti Kejora.
“Melalui media sosial TikTok, dengan memposting konten mengenai program yang disebut sebagai “program uang ghoib”, dimana akun tersebut menampilkan video dan/atau suara yang seolah-olah berasal dari Lesti Kejora, serta menjanjikan pemberian sejumlah uang kepada pihak tertentu,” demikian poin pertama surat pemberitahuan itu.
Modus semacam ini biasanya memanfaatkan teknologi manipulasi audio maupun video agar terlihat seolah-olah benar-benar berasal dari tokoh terkenal.
Penipuan Melalui WhatsApp
Selain melalui TikTok, modus lainnya dilakukan lewat aplikasi WhatsApp. Pelaku menggunakan foto dan identitas Lesti Kejora untuk meyakinkan calon korban.
Dalam percakapan tersebut, korban biasanya diminta mentransfer sejumlah uang dengan alasan tertentu, misalnya sebagai biaya pencairan hadiah atau bantuan dana.
“Melalui aplikasi Whatsapp (WA) dengan foto atau identitas dari Lesti Kejora yang dimana melalui WA tersebut narasi yang disampaikan yang seolah-olah berasal dari Lesti Kejora dan meminta untuk pengiriman sejumlah dana dengan alasan tertentu agar dapat mencairkan sejumlah uang ke Rekening tertentu,” demikian poin kedua surat pemberitahuan.
Imbauan untuk Fans dan Masyarakat
Melalui surat tersebut, pihak kuasa hukum menegaskan bahwa baik manajemen maupun pribadi Lesti Kejora tidak pernah meminta uang kepada penggemar untuk program apa pun.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk TIDAK MUDAH PERCAYA dan lebih meningkatkan kewaspadaan terkait dengan modus-modus yang digunakan para penipu yang menggunakan atribut dari Lesti Kejora maupun mengatasnamakan fans Lesti Kejora karena manjemen maupun pribadi Lesti Kejora tidak pernah meminta uang untuk kegiatan-kegiatan tertentu,” tegas pihak kuasa hukum.
Masyarakat juga diminta segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau mengalami penipuan dengan modus serupa.
“Apabila masyarakat menemukan adanya hal-hal yang berkaitan atau patut diduga. mencurigakan sebagai tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud diatas. Mohon untuk mengabaikan dan/atau melaporkannya kepada pihak yang berwajib,” tutup pihak kuasa hukum dalam surat tersebut.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa di tengah perkembangan teknologi digital, kewaspadaan publik tetap menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam jebakan penipuan yang memanfaatkan nama besar figur publik.


