Jadigini.com – Dalam beberapa tahun terakhir, industri hiburan global menghadapi gelombang pengungkapan dugaan pelanggaran seksual yang menyeret nama-nama besar. Proses hukum pun berjalan panjang, sering kali berkembang seiring munculnya pelapor baru.
Table Of Content
Kali ini, sorotan kembali mengarah pada Russell Brand. Di Southwark Crown Court, London, ia menyatakan tidak bersalah atas dua dakwaan baru pada Selasa, 24 Februari, sebagaimana dilaporkan The New York Times.
Dua Dakwaan Tambahan
Dalam sidang tersebut, Brand berdiri di dalam ruang terdakwa berlapis kaca, mengonfirmasi identitasnya, dan mendengarkan dakwaan yang dibacakan panitera. Dua tuduhan baru itu mencakup satu dakwaan pemerkosaan dan satu dakwaan penyerangan seksual. Ia kemudian secara resmi menyampaikan pledoi tidak bersalah.
Dakwaan tambahan ini diajukan oleh Crown Prosecution Service setelah dua perempuan lain melapor. Dugaan peristiwa disebut terjadi pada 2009.
Sebelumnya, pada April 2025, Brand telah lebih dulu menghadapi lima dakwaan yang melibatkan empat perempuan. Tuduhan tersebut mencakup dua dakwaan pemerkosaan, satu perbuatan tidak senonoh (indecent exposure), serta dua penyerangan seksual yang diduga terjadi antara 1995 hingga 2005. Atas seluruh dakwaan tersebut, ia juga telah menyatakan tidak bersalah.
Jadwal Sidang dan Ketidakpastian
Persidangan untuk lima dakwaan awal dijadwalkan dimulai pada Juni mendatang dan diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima pekan. Namun, belum diputuskan apakah dua dakwaan terbaru akan digabungkan dalam sidang yang sama.
Hakim Joel Bennathan membahas kemungkinan itu bersama jaksa dan tim pembela dalam sidang terbaru. Kedua pihak sepakat keputusan akan ditentukan di kemudian hari.
Awal Penyelidikan
Penyelidikan terhadap Brand dimulai pada 2023 oleh Metropolitan Police setelah sejumlah perempuan menyampaikan tuduhan melalui laporan investigasi media, termasuk The Times dan program Dispatches dari Channel 4.
Sejak awal, Brand secara konsisten membantah tudingan tersebut. Dalam sebuah video yang diunggah pada April lalu, ia menyatakan, “I was a fool before I lived in the light of the Lord. I was a drug addict, a sex addict, and an imbecile. But what I never was, was a rapist.”
Proses Hukum Masih Berjalan
Dalam sistem hukum Inggris, asas praduga tak bersalah tetap berlaku hingga ada putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Dengan munculnya dakwaan tambahan, proses ini berpotensi menjadi lebih kompleks dan panjang.
Publik kini menunggu bagaimana pengadilan akan menyatukan atau memisahkan perkara tersebut. Yang jelas, kasus ini kembali menegaskan bahwa dinamika hukum di ranah figur publik dapat berkembang seiring waktu, terutama ketika pelapor baru memilih untuk bersuara.


