Jadigini.com – Di industri hiburan modern, cinta dan bisnis sering berjalan beriringan. Banyak pasangan selebriti tak hanya berbagi momen romantis, tetapi juga membangun kerajaan usaha bersama. Namun ketika hubungan personal berakhir, pertanyaan besarnya bukan cuma soal patah hati—melainkan siapa memegang kendali atas aset dan masa depan brand.
Table Of Content
Fenomena ini kembali mencuat setelah Sydney Sweeney dikabarkan merapikan ulang struktur bisnisnya pasca berpisah dari mantan tunangannya, Jonathan Davino.
Dari Pasangan ke Mitra Produksi
Sweeney dan Davino mulai berpacaran pada 2018. Setahun setelah namanya melejit lewat peran Cassie Howard di serial Euphoria, ia juga tampil dalam film Once Upon a Time in Hollywood karya Quentin Tarantino.
Pada 2020, keduanya mendirikan rumah produksi bernama Fifty-Fifty Films LLC. Perusahaan ini memproduksi film horor “Immaculate” serta romcom “Anyone But You” yang menjadi sleeper hit dan turut dibintangi Glen Powell.
Namun hubungan pribadi mereka kandas pada Maret 2025. Tak lama berselang, langkah bisnis pun ikut berubah.
Bubar, Bayar, dan Bangun Ulang
Laporan menyebutkan bahwa perusahaan tersebut resmi dibubarkan pada 12 Desember 2025 di Negara Bagian California. Dokumen menyatakan seluruh anggota menyetujui pembubaran.
Tak berhenti di situ, pada Januari 2026, tim Sweeney mendaftarkan entitas baru bernama Fifty-Fifty Films Inc. Dalam struktur terbaru, ia tercatat sebagai Chief Executive Officer, Chief Financial Officer, sekaligus Secretary. Tidak ada ruang bagi anggota dewan lain dalam dokumen tersebut.
Sejumlah sumber juga mengklaim bahwa Sweeney telah membayar bagian Davino untuk memutus seluruh keterlibatan bisnisnya. Di sisi lain, muncul kabar simpang siur mengenai klaim bahwa Davino merasa berperan besar dalam membentuk karier sang aktris. Namun narasi berbeda beredar dari pihak yang dekat dengan Sweeney.
Langkah ini menunjukkan satu hal: kontrol penuh atas arah kreatif dan finansial kini berada di tangan Sweeney.
Strategi Brand yang Lebih Luas
Keputusan membangun ulang perusahaan produksi bukan sekadar soal perpisahan. Ini bisa dibaca sebagai strategi positioning jangka panjang. Dalam beberapa tahun terakhir, Sweeney tak hanya fokus pada akting, tetapi juga memperluas portofolio bisnisnya.
Tahun ini ia juga meluncurkan lini lingerie dan apparel bernama SYRN. Diversifikasi tersebut memperlihatkan bahwa ia sedang membangun ekosistem brand pribadi yang terintegrasi—dari layar kaca hingga produk konsumen.


