Jadigini.com – Bagi sebagian besar warga Jakarta, langit yang menggelap dan hujan yang tak kunjung henti sering kali datang bersama paket kecemasan. Ironisnya, perasaan was-was ini tidak mengenal kode pos atau status sosial. Bahkan di kawasan yang dianggap elit seperti Kebayoran Baru, ancaman genangan air tetap menjadi momok nyata yang bisa datang kapan saja, mengubah kenyamanan menjadi kepanikan dalam hitungan jam.
Table Of Content
Fenomena inilah yang kembali dirasakan oleh musisi legendaris, Katon Bagaskara, pada Minggu dini hari (8/3). Namun, yang dialaminya bukan sekadar banjir biasa.
Bukan Genangan Biasa, Air Muncul dari Bawah Lantai
Melalui sebuah rekaman video yang dibagikan sekitar pukul 02.00 dini hari, vokalis KLa Project itu memperlihatkan sebuah teror yang berbeda. Air tidak masuk dari pintu atau jendela yang terbuka, melainkan merembes naik dari sela-sela lantai rumahnya. Sebuah pemandangan yang cukup untuk membuat siapa pun panik.
“Ya ampun air udah masuk semua nih. Rembes dari bawah, ya Tuhan,” ucap Katon dengan nada cemas sambil mengarahkan kamera ke lantai kamar dan kamar mandinya yang mulai digenangi air.
Fenomena air yang muncul dari bawah ini mengindikasikan masalah yang lebih kompleks dari sekadar luapan air permukaan. Bisa jadi, ini adalah pertanda tekanan air tanah yang sudah terlalu tinggi atau sistem drainase bawah tanah yang tidak lagi mampu menahan debit air hujan yang ekstrem. Bagi pemilik rumah, ini adalah mimpi buruk karena solusi perbaikannya jauh lebih rumit.
‘Tolong Pak Gubernur’: Sebuah Keluhan yang Mewakili Banyak Warga
Dalam kondisi panik tersebut, Katon secara spontan menyuarakan keluhannya kepada pemerintah daerah. Sebuah seruan yang mungkin juga mewakili perasaan banyak warga lain yang frustrasi dengan masalah yang terus berulang setiap musim hujan tiba.
“Tolong banget Pak Gubernur, please-please help me, tolong,” serunya dalam video. Kondisi di luar rumahnya pun tak kalah parah, di mana teras dan halaman sudah berubah layaknya aliran sungai. “Gokil, terasnya udah penuh nih kayak gini. Udah kayak sungai di luar,” tambahnya.
Secara tertulis, ia juga menyampaikan harapannya agar pemerintah provinsi dan Wali Kota Jakarta Selatan dapat menemukan solusi yang cepat dan tepat. Keluhannya bukan lagi sekadar curahan hati pribadi, melainkan sebuah pertanyaan kolektif: sampai kapan kondisi seperti ini akan terus terjadi?
Trauma Banjir yang Tak Kunjung Usai
Kepanikan Katon Bagaskara malam itu bukanlah reaksi yang berlebihan. Bagi musisi berusia 59 tahun ini, banjir sudah menjadi trauma yang membayangi. Kejadian ini bukanlah yang pertama kali menimpanya. Ia tercatat pernah mengalami kondisi serupa di tahun-tahun sebelumnya, termasuk saat banjir besar yang melumpuhkan Jakarta pada 1 Januari 2020.
Pengalaman pahit yang terus berulang ini menjadi bukti bahwa beberapa titik di Jakarta, terlepas dari citra kawasan premiumnya, masih memiliki kerentanan yang tinggi. Video dari rumah Katon menjadi pengingat nyata bahwa persoalan banjir di ibu kota adalah masalah struktural yang membutuhkan solusi fundamental, bukan sekadar penanganan saat genangan sudah terjadi.


