Jadigini.com – Kehilangan orang tercinta bukan perkara waktu semata. Ada yang bilang duka akan mereda setelah tahun-tahun berlalu, namun bagi sebagian orang, rindu hanya berubah bentuk—bukan menghilang. Di dunia hiburan yang serba cepat dan penuh sorotan, proses berduka sering kali berlangsung dalam diam, meski jutaan pasang mata menyaksikan.
Table Of Content
Menjelang Ramadan 2026, penyanyi dan aktris Bunga Citra Lestari kembali melakukan tradisi yang sudah lama ia jaga: berziarah ke makam mendiang suaminya, Ashraf Sinclair. Kali ini, ia datang tidak sendirian. Putra semata wayangnya, Noah Sinclair, serta suaminya saat ini, Tiko Aryawardhana, turut mendampingi.
Enam Tahun yang Mengubah Banyak Hal
Ashraf meninggal dunia pada 18 Februari 2020. Artinya, sudah enam tahun ia berpulang. Dalam unggahan terbarunya, BCL menggambarkan perjalanan hidup yang terus berjalan, meski kehilangan itu tak pernah benar-benar selesai.
“Enam tahun kemudian, kami masih di sini. Tumbuh, pulih, hidup,” tulisnya dalam keterangan unggahan yang dikutip pada Minggu (22/2).
Kalimat tersebut sederhana, tetapi sarat makna. Ada fase bertahan, ada proses pulih, dan ada keputusan untuk tetap hidup sepenuhnya.
Membawa Nama dalam Doa
BCL juga menegaskan bahwa kepergian Ashraf tidak pernah membuatnya hilang dari hati dan doa mereka.
“Membawamu dalam hati dan doa kami,” ungkapnya.
Pernyataan itu seolah menjadi penegasan bahwa memulai kehidupan baru bukan berarti menghapus masa lalu. Kenangan tetap dijaga, sementara lembaran baru tetap ditulis.
Fenomena ini sebenarnya cukup relevan dalam psikologi duka. Banyak konselor menyebut bahwa berdamai dengan kehilangan bukan berarti melupakan, melainkan menemukan cara sehat untuk mengintegrasikan kenangan ke dalam kehidupan yang baru.
Peran Tiko yang Jadi Sorotan
Di tengah momen haru tersebut, perhatian publik juga tertuju pada Tiko Aryawardhana. Kehadirannya mendampingi BCL dan Noah menuai banyak pujian. Ia dinilai menunjukkan empati dan kedewasaan emosional, alih-alih merasa tersaingi oleh kenangan masa lalu.
Respons warganet pun membanjiri kolom komentar.
“Ini loh defenisi dari cinta itu. Gila, indah banget. Alfatihah untuk Ashraf, dan doa baik untuk BCL, Noah, dan Tiko,” komentar akun @zhee***.
“Alfatihah, cintanya BCL luar biasa, Tiko juga Masha Allah, bahagia kalian,” sahut akun @den***.
“Alfatihah untuk Pak Ashraf, Unge dan keluarganya keren, Tiko lebih keren lagi, big respect untuk Tiko selalu nemenin Unge dan Noah,” ujar akun @ave***.
Publik melihat dinamika ini sebagai bentuk cinta yang lebih matang—cinta yang tidak posesif terhadap masa lalu, melainkan menghormatinya.


